Share

6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru-Paru Seperti yang Dialami Kiki Fatmala

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 19:14 WIB
$detail['images_title']
6 jenis pengobatan untuk pasien kanker paru-paru seperti yang dialami Kiki Fatmala (Foto: Lung Cancer Center)

6 JENIS pengobatan untuk pasien kanker paru-paru seperti yang dialami Kiki Fatmala akan diulas dalam artikel ini. Ya, aktris Kiki Fatmala ternyata sempat berjuang melawan kanker yang diidapnya.

Dia didiagnosa mengidap kanker paru stadium 4 pada November tahun lalu. Kini, aktris 52 tahun itu mengabarkan telah pulih dari kanker. Kiki Fatmala pun membagikan beberapa momen pengobatannya di Instagram.

"Mengucap syukur kesembuhan yang terjadi.....Segala perkara dapat ku tanggung di dalam dia yang memberi kekuatan kepadaku," tulisnya dalam keterangan.

6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru-Paru Seperti yang Dialami Kiki Fatmala

(6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru-Paru Seperti yang Dialami Kiki Fatmala, Foto: @qq_fatmala/Instagram)

Sembuh dari kanker paru memang bukan hal yang mustahil, seperti yang dialami Kiki Fatmala di usianya yang berkepala 5. Ada berbagai pilihan pengobatan untuk kanker paru-paru yang bisa dijalani berdasarkan tahapan stadium kanker. Dikutip dari The NHS website, Jumat (22/4/2022), simak selengkapnya berikut ini.

1. Operasi

6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru-Paru Seperti yang Dialami Kiki Fatmala

(6 Jenis Pengobatan untuk Pasien Kanker Paru-Paru Seperti yang Dialami Kiki Fatmala, Foto: Lung Cancer Center)

Kanker paru-paru dapat diobati dengan cara operasi. Sebelum operasi, Anda harus menjalani beberapa tes untuk memeriksa kondisi kesehatan umum dan fungsi paru-paru Anda, termasuk elektrokardiogram (EKG), tes fungsi paru-paru yang disebut spirometri, dan tes latihan.

Pembedahan biasanya dilakukan dengan membuat sayatan di dada atau samping dan mengangkat sebagian atau seluruh paru-paru yang terkena kanker. Kelenjar getah bening di dekatnya juga dapat diangkat jika diperkirakan kanker telah menyebar ke sana.

Anda mungkin bisa pulang 5 sampai 10 hari setelah operasi. Namun, perlu waktu berminggu-minggu untuk pulih sepenuhnya dari operasi paru-paru. Setelah operasi, Anda akan didorong untuk terus bergerak setiap harinya, termasuk saat di tempat tidur.

Hal ini dilakukan untuk membantu sirkulasi dan mencegah pembentukan gumpalan darah. Ada beberapa pilihan prosedur operasi untuk kanker paru yang biasanya dipilih berdasarkan kondisi kesehatan pasien.

BACA JUGA : Kiki Fatmala Berjuang Melawan Kanker Paru, Kenali Gejalanya Yuk!

Lobektomi

Pada operasi ini, satu bagian besar dari paru-paru yang disebut dengan lobus, akan diangkat. Dokter biasanya melakukan operasi ini sebagai pengobatan untuk kanker paru-paru apabila kanker masih berada di salah satu bagian dari paru.

BACA JUGA : Tak Kena Covid-19 Tapi Alami Batuk dan Sesak Napas, Hati-Hati Kena Kanker Paru

Pneumonektomi

Sementara itu, pneumonektomi adalah salah satu prosedur operasi dimana seluruh organ paru akan diangkat. Biasanya, operasi ini dilakukan saat kanker berada di tengah paru atau sudah menyebar ke seluruh bagian organ paru.

Segmentektomi

Prosedur segmentektomi atau segmentectomy operasi ini dilakukan dengan mengangkat sebagian kecil dari paru, dan prosedur ini biasanya hanya cocok untuk dilakukan kepada sejumlah pasien dengan kondisi tertentu.

2. Radioterapi

Pengobatan ini biasanya menggunakan sinar dengan energi yang cukup tinggi, berasal dari sinar seperti X-ray dan proton untuk membunuh sel kanker. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengobati kanker paru-paru.

Radioterapi radikal kerap dilakukan untuk mengobati kanker paru-paru non-sel kecil jika Anda tidak cukup sehat untuk menjalani operasi. Sementara untuk tumor yang sangat kecil, jenis radioterapi khusus yang disebut radioterapi stereotaktik dapat dilakukan sebagai pengganti operasi.

Selain itu, ada pula radioterapi paliatif yang dapat dilakukan untuk mengontrol gejala, seperti nyeri, batuk darah, serta memperlambat penyebaran kanker. Jenis radioterapi yang dikenal sebagai iradiasi kranial profilaksis (PCI) juga bisa dilakukan selama pengobatan kanker paru-paru sel kecil.

Ada tiga cara utama yang dapat diberikan radioterapi. Pertama, radioterapi sinar eksternal konvensional, yakni sinar radiasi diarahkan ke bagian tubuh yang terkena kanker. Kedua, radioterapi stereotaktik, jenis radioterapi sinar eksternal yang lebih akurat. Dan yang ketiga, radioterapi internal, dilakukan dengan memasukkan tabung tipis (kateter) ke dalam paru-paru Anda.

3. Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan yang ampuh untuk membunuh sel kanker. Biasanya, kemoterapi dilakukan baik sebelum maupun sesudah operasi untuk kanker paru-paru.

Jika dilakukan sebelum operasi, biasanya kemoterapi bertujuan untuk mengecilkan ukuran kanker atau memudahkan kanker ini untuk diangkat. Sementara jika dilakukan sesudah operasi bertujuan untuk mencegah kanker kembali. Selain itu, kemoterapi juga bisa dikombinasikan dengan radioterapi.

Sebelum Anda memulai kemoterapi, dokter Anda akan meresepkan beberapa vitamin dan/atau memberi suntikan vitamin. Ini dilakukan guna mengurangi beberapa efek samping, seperti kelelahan, rambut rontok, hingga sariawan. Efek samping itu secara bertahap akan menghilang setelah perawatan selesai

4. Imunoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker yang menggunakan sistem imun di dalam tubuh untuk melawan kanker. Pengobatan ini juga bisa dikombinasikan dengan kemoterapi. Obat imunoterapi yang biasa digunakan untuk mengobati kanker paru-paru adalah pembrolizumab dan atezolizumab.

Anda mungkin akan menjalani imunoterapi melalui tabung plastik yang masuk ke vena besar dada (garis tengah) dan vena di lengan (kanula). Dibutuhkan sekitar 30 hingga 60 menit untuk menerima dosis, dan Anda mungkin memerlukan dosis setiap 2 hingga 4 minggu. Jika efek sampingnya mudah ditangani ditangani dan terapinya berhasil, imunoterapi dapat dilakukan hingga 2 tahun.

5. Terapi target

Terapi bertarget yang juga dikenal sebagai terapi biologis ini menggunakan obat-obatan yang dirancang untuk memperlambat penyebaran kanker paru-paru non-sel kecil stadium lanjut. Terapi ini hanya cocok untuk orang yang memiliki protein tertentu dalam sel kankernya.

Dokter Anda mungkin akan melakukan tes pada sel yang diambil dari paru-paru dengan cara biopsi untuk mempetimbangkan penggunaan jenis pengobatan ini. Efek samping yang terjadi di antaranya, seperti gejala flu, menggigil, suhu tinggi, nyeri otot, kelelahan, diare, kehilangan selera makan, sariawan, dan merasa sakit.

6. Ablasi frekuensi radio

Ablasi frekuensi radio dapat digunakan untuk mengobati kanker paru-paru non-sel kecil pada tahap awal. Dokter akan menggunakan pemindai CT untuk memandu jarum ke lokasi tumor. Nantinya, jarum akan ditekan ke dalam tumor dan gelombang radio dikirim melalui jarum. Gelombang ini menghasilkan panas, yang dapat membunuh sel kanker.

Komplikasi paling umum terjadi adalah kantong udara terperangkap di antara lapisan dalam dan luar paru-paru Anda (pneumotoraks). Meskipun begitu, hal ini dapat diobati dengan menempatkan tabung ke paru-paru untuk melepaskan udara yang terperangkap.

1
2