Share

Kanker Serviks Bisa Menyebar lewat Toilet Duduk, Mitos atau Fakta?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 14:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Toilet. (Foto: Shutterstock)

PEMERINTAH memang tengah mendorong pemberian vaksin Human papillomavirus (HPV). Vaksin HPV tersebut rencananya akan diwajibkan untuk mereka yang berusia 9 tahun ke atas secara gratis.

Pasalnya, vaksin HPV diyakini mampu menekan pertumbuhan kanker serviks (leher rahim). Biasanya keganasan tersebut ditularkan lewat kontak kulit dengan orang yang terinfeksi HPV penyebab kanker serviks. Meski begitu, terdapat pula anggapan bahwa kanker serviks bisa ditularkan lewat toilet duduk.

Benarkah bahaya toilet duduk bisa jadi biang penyebaran keganasan pada leher rahim? Disampaikan dr. Theresia Rina Yunita, kemungkinan penyebaran kanker serviks akibat HPV melalui dudukan toilet sangatlah kecil.

Tetapi, menurutnya penularan mungkin saja terjadi jika pengidap kanker serviks akibat HPV menempati dudukan toilet. Sementara, terdapat luka di area sekitar bokong ataupun paha orang lain yang menggunakannya.

Toilet

“Jika toilet tidak dibersihkan, pengguna berikutnya akan berisiko terkena infeksi HPV, walaupun sangat kecil sekali kemungkinannya. Soalnya, sifat dari virus itu sendiri tidak dapat bertahan lama pada benda mati,” terang dr. Theresia.

Melansir FemHealth, kasus penularan HPV melalui benda mati seperti toilet duduk, gagang pintu, maupun pakaian memang sangat jarang terjadi. Penularan HPV penyebab kanker serviks biasanya terjadi melalui kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Umumnya infeksi disebabkan oleh HPV 16 dan 18.

Menilik laporan Healthline, sekira 70 persen kasus keganasan pada serviks disebabkan oleh infeksi kedua jenis HPV tersebut. Sementara sisanya, dipicu oleh infeksi HPV 31, 33, 45, 52, dan 58. Deretan HPV ini dapat menular melalui kontak kulit.

Dokter Theresia mengatakan salah satu aktivitas yang memicu penularan HPV yaitu hubungan seksual tidak sehat. “Misalnya, ada riwayat sering bergonta-ganti pasangan, aktivitas seksual yang terlalu dini, belum melakukan vaksinasi HPV, hingga memiliki kekebalan tubuh yang lemah,” paparnya.

Aktivitas seksual seperti oral seks juga dapat meningkatkan penularan HPV. Pasalnya, HPV dapat menyebar dari alat kelamin ke bagian tubuh lainnya seperti mulut. Dijelaskan dr. Theresia, ketika terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh akan mencegah virus melakukan kerusakan.

Nahasnya, pada beberapa orang, infeksi virus dapat bertahan selama bertahun-tahun. “Hal tersebut berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks berubah menjadi sel kanker,” jelasnya.

Bahkan, umumnya gejala kanker serviks baru muncul ketika sudah memasuki stadium lanjut. Meski penggunaan toilet duduk belum tentu menjadi faktor risiko kanker serviks, Anda tetap harus berhati-hati ketika memakainya. Bila perlu, gunakan cairan pembersih dudukan toilet sebelum menggunakannya agar terhindar dari patogen.

Langkah pencegahan HPV lainnya juga penting, misalnya melakukan aktivitas seks yang aman. Dapatkan fakta medis lainnya hanya di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa langsung konsultasi kepada dokter via Live Chat.

1
2