Share

Alasan Menkes 'Ngotot' Anak Kelas 5 dan 6 SD Disuntik Vaksin HPV

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 April 2022 14:18 WIB
$detail['images_title']
Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks (Foto: Timesofindia)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin begitu semangat menyuntikkan vaksin HPV ke anak kelas 5 dan 6 SD. Bukan tanpa alasan, menurutnya itu penting sebagai bentuk pencegahan kanker serviks yang berisiko kematian.

"Angka kematian kanker serviks itu satu yang tertinggi di Indonesia. Upaya preventif seperti pemberian vaksin HPV ini tentu sangat penting untuk menyelamatkan perempuan Indonesia dari bahaya penyakit tersebut," kata Menkes Budi dalam acara Puncak Peringatan Pekan Imunisasi Dunia 2022, Jumat (22/4/2022).

Vaksin HPV

BACA JUGA : Menkes Targetkan Anak Perempuan di Seluruh Indonesia Disuntik Vaksin HPV 2023

BACA JUGA : Kenapa Anak Kelas 5 dan 6 SD yang Jadi Sasaran Vaksin HPV?

Pemberian vaksin HPV ke anak kelas 5 dan 6 SD adalah upaya yang murah juga jika dilihat dari kacamata pendanaan. Beda jika si perempuan sudah masuk ke rumah sakit, biaya yang dibutuhkan sangat mahal.

"Ini sama halnya dengan Covid-19. Upaya pencegahan seperti pakai masker, jaga jarak, dan vaksinasi itu murah. Tapi, kalau sudah masuk rumah sakit, obat-obatan yang dipakai harganya mahal," terangnya.

"Itu kenapa, fokus pada tindakan hulu adalah keputusan yang tepat dalam mengendalikan penyakit di masyarakat," tambah Menkes Budi.

Dalam kesempatan itu juga Menkes menjelaskan mengapa 3 vaksin seperti HPV untuk kanker serviks, PCV untuk pneumonia, dan Rotavirus untuk diare ditambahkan ke dalam daftar imunisasi dasar lengkap.

Kata Menkes, HPV ditambahkan karena angka kematian pada ibu akibat kanker serviks itu tinggi. Makanya, HPV akan dimasifkan pemberiannya ke anak-anak perempuan sebelum menstruasi.

Lalu, untuk PCV dan Rotavirus, itu karena kasus kematian tertinggi pada anak adalah pneumonia dan diare. "Dua penyakit mematikan pada anak tersebut sejatinya sudah ada vaksinnya dan itu kenapa kami juga akan memberikannya ke anak-anak," tambahnya.

Pemberian ketiga vaksin tersebut dilakukan secara bertahap. Khusus untuk vaksin HPV, di 2022 ini akan difokuskan pada 8 provinsi di Indonesia yang sayangnya tidak dijelaskan lebih detail.

1
2