Share

Jangan Dihakimi, Psikolog Ungkap Cara Hadapi Orang yang Ingin Bunuh Diri

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 19 April 2022 14:03 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Bunuh Diri. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI memang membuat banyak orang stres dan frustrasi, bahkan ingin bunuh diri. Tapi, tidak semua orang memendam keinginan tersebut ada juga mereka yang secara terang-terangan berbicara atau bahkan memposting perasaan tersebut.

Tapi, ketika ada orang yang menyebut dirinya ingin bunuh diri, banyak orang yang menganggap remeh hal tersebut. Hal ini pun terjadi pada mahasiswi di Pasuruan, Novia Widyasari yang akhirnya mengkahiri hidupnya di makan ayahnya.

Psikolog Rininda Mutia dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia mengatakan, ketika ada orang yang ingin bunuh diri, kita perlu bersikap tenang dan tidak memperlihatkan sikap menghakimi dalam merespons orang terdekat yang punya keinginan untuk bunuh diri. "Kita pastikan diri kita tenang dulu sebelum kita memberikan respons apa pun kepada orang tersebut, jangan panik karena dikhawatirkan keluar sesuatu yang menghakimi," kata Rininda seperti dilansir dari Antara.

Ketika respons yang muncul terkesan menghakimi, bisa jadi orang yang bersangkutan malah menutup diri dan enggan untuk bercerita sehingga sulit untuk membantunya. "Yang menghakimi itu seperti apa? 'Kenapa kamu mau bunuh diri? Itu kan dosa.' Wah, itu sudah pasti dia enggak akan cerita," kata psikolog dari Universitas Atma Jaya.

Bunuh DIri

Mulailah merespons dengan menanyakan kabar yang bersangkutan, tanyakan kabarnya secara umum juga apa yang dia rasakan. Dia tidak menyarankan untuk blak-blakan bertanya soal keinginan untuk merenggut nyawa sendiri, melainkan perlahan membuat mereka mau mengungkapkan perasaannya.

"Ketika dia udah lumayan banyak cerita, baru kita singgung hal tersebut. 'Saya lihat di sosial media kamu, kamu upload hal seperti ini, apa yang kamu rasakan?' baru mengarah ke sana," ia mencontohkan.

Setelah itu, Anda bisa bertanya bantuan seperti apa yang bisa diberikan kepada mereka. Menurut Rininda, hal tersebut penting untuk ditanyakan agar mereka bisa merasa lebih baik. Bersabarlah sebelum menawarkan bantuan. Lebih baik membiarkan orang tersebut mengutarakan seperti apa pikiran, perasaan dan harapannya.

"Jangan kita langsung ‘menyerang’ dia dengan berbagai bantuan. Walaupun niatnya bagus, belum tentu itu yang dia harapkan," jelas dia.

Ia menuturkan, ketika muncul pikiran untuk bunuh diri, seseorang harus berinteraksi dengan orang lain. Umumnya, pikiran tersebut muncul ketika seseorang sedang sendirian, tidak ada kegiatan dan sedang merasa kosong. Jika orang terdekat Anda terlihat sedang kesepian, beri bantuan dengan menemaninya. Mungkin saja pikiran itu muncul karena seseorang sedang merasa masalah berat yang dirasa tak sanggup ditanggung hingga rasa sakit itu ingin dihilangkan lewat bunuh diri.

Kehadiran seorang teman yang peduli dan bisa membantu kurangi beban lewat dukungan penting dalam mengikis keinginan untuk bunuh diri. Ketika tahu dirinya tidak sendirian dan ada yang bersedia untuk membantu, seseorang akan merasa bisa melangkah maju meski ditimpa masalah.

Namun, berikanlah bantuan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan orang tersebut. "Jangan tabu membicarakan bunuh diri dan juga jangan menghakimi, itu sih yang penting," katanya.

Hindari ucapan berbau motivasi yang justru membuat kita memikirkan orang lain, bukan memikirkan perasaan orang tersebut. Ucapan seperti itu malah membuat dia merasa tidak ada yang memahami perasaannya.

"Bunuh diri itu tentang dirinya ya, kalau kita ngomong 'coba kamu lihat pasangan kamu, orangtua kamu, anak kamu dan sebagainya, malah seperti kita tidak sedang memikirkan dia dan dia merasa yang diperhatikan adalah orang lain," tutur dia.

1
2