Share

5 Penyebab Utama Serangan Jantung di Usia Muda, Rajin Olahraga Bukan Jaminan 'Selamat'

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 April 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
Penyebab Utama Serangan Jantung (Foto: Healthline)

PENYEBAB utama serangan jantung di usia muda penting diketahui untuk langkah pencegahan. Saat ini semakin banyak orang di usia yang terbilang relatif muda, mengalami serangan jantung.

Bahkan tak sedikit serangan jantung sampai mengakibatkan hilangnya nyawa. Lantas, apa penyebab serangan jantung di usia muda?

Multi faktor

 Penyebab Utama Serangan Jantung

(Penyebab Utama Serangan Jantung, Foto: Healthline)

Soal penyebab, beberapa ahli mengatakan serangan jantung di usia muda berkaitan dengan multi-faktor, mulai dari gaya hidup, apa yang Anda konsumsi setiap harinya, rutinitas olahraga Anda, dan bagaimana Anda mengelola stres menjadi pemantik dari serangan jantung tersebut.

BACA JUGA : Studi: Penyintas Covid-19 Berisiko 2,5 Kali Lebih Tinggi Kena Serangan Jantung

Tidak rutin cek

Alasan utama, menurut dr Vanita Arora, Konsultan Senior sekaligus Ahli Elektrofisiologi Jantung dan Ahli Jantung Intervensi dari RS Apollo New Delhi, ialah anak muda saat ini tidak secara rutin memeriksakan jantungnya.

"Jadi, orang-orang mulai rajin berolahraga tapi mereka tidak melakukan pre-cardiac untuk menentukan olahraga yang pas dengan kondisi tubuh seperti apa. Alhasil, mereka berolahraga di gym, angkat beban, tapi tidak memerhatikan bagaimana kesehatan jantungnya," terang Arora.

BACA JUGA : Waspadalah, Berikut Ciri-Ciri Terkena Serangan Jantung saat Berolahraga

Suplemen tanpa pengawasan

Buruknya lagi, sudah mereka olahraga tanpa ada ahli kesehatan yang mendampingi, tak sedikit yang menambahkan suplemen yang tidak baik dan dipergunakan dengan tidak bijak. Kesemuanya itu menyebabkan jantung jadi tidak sehat. "Salah satu dampaknya bisa aritmia," tambah Arora.

Penyumbatan

Penyebab Utama Serangan Jantung

(Penyebab Utama Serangan Jantung, Foto: Healthline)

Ketika seseorang berusia 20 tahunan katakan begitu, mereka latihan ekstra keras, mereka perlahan-lahan mengembangkan penyumbatan yang dapat diabaikan karena peningkatan kolesterol atau faktor genetik lainnya.

Namun, Pillai mengatakan, ketika orang tersebut menghadapi stres akut, mengalami aktivitas fisik yang signifikan tanpa persiapan atau stres biologis seperti infeksi, pengerahan tenaga yang ekstra pada jantung menyebabkan gumpalan terbentuk di dekat penyumbatan yang sudah ada, dan akhirnya bisa serangan jantung.

Genetik

Olahraga rutin dan diet yang bergizi-seimbang tentu memainkan peran yang penting dalam mencegah penyakit. Namun, jika Anda sudah memiliki faktor genetik, bawaan penyakit yang lebih sering diturunkan dari pihak ayah, maka perlu ekstra pencegahan dan intervensi.

"Ketika faktor genetik bermain, tidak banyak yang dapat dilakkan untuk mencegah penyakit kardiovaskular sepenuhnya, tetapi faktor risiko dari penyakit ini dapat dikurangi," imbuh Pillai.

1
2