Share

Indonesia Kurang Dokter! Hanya Punya 101.476 'Pasukan Jas Putih' untuk Urus Kesehatan 273 Juta Penduduk

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 18 April 2022 11:31 WIB
$detail['images_title']
Indonesia masih kurang dokter (Medicaldaily)

JUMLAH dokter di Indonesia masih sangat sedikit. Hal ini yang membuat penanganan kesehatan masih belum optimal di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut acuan Badan Kesehatan Dunia (WHO), rasio ideal antara dokter dan masyarakat itu 1:1000 orang. Artinya, satu dokter melayani 1.000 penduduk di satu wilayah.

Sayangnya, di Indonesia jumlah ideal tersebut masih jauh dari kenyataan. Diterangkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, ketersediaan dokter di Indonesia saat ini hanya 101.476 dokter dengan jumlah populasi sekitar 273.984.400 jiwa.

Menkes Budi

"Artinya, Indonesia masih kekurangan sekitar 172.508 dokter. Untuk itu perlu ada percepatan penambahan jumlah dokter agar memenuhi rasio ideal WHO tersebut," papar Menkes Budi di Webinar Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika dan Eropa, Minggu (17/4/2022).

Ia melanjutkan, dengan tingkat kelulusan dokter sebanyak 12 ribu orang per tahun, setidaknya butuh waktu sekitar 10 tahun untuk memenuhi rasio dokter di Indonesia. "Kita harus percepat kejarnya, karena kalau tidak, akan semakin banyak masyarakat yang tidak tertolong," tambah Menkes.

BACA JUGA : Heboh! Dokter Ini Sebut Orang yang Belum Pernah Kena Covid-19 Tak Punya Teman

Kementerian Kesehatan tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menambah jumlah fakultas kedokteran dan meningkatkan produksi tenaga kesehatan. Penambahan ini sebagai upaya pemenuhan dan pemerataan tenaga kesehatan di Indonesia.

BACA JUGA : Jokowi Minta Dokter Indonesia Adaptif pada Teknologi Baru

Indonesia Kurang Dokter

Skema yang disiapkan pemerintah adalah menerapkan konsep pengampuan dan sharing knowledge lintas daerah. Masing-masing fakultas kedokteran dan RS akan mengampu fakultas kedokteran dan RS lain di seluruh Indonesia.

Untuk itu, kedepan jumlah dokter, dosen dan RS akan ditambah tanpa mengurangi kualitas layanan. Ditargetkan penyediaan dokter ini akan tercapai dalam 10 tahun.

"Prodi-prodinya aku minta dibuka lebih banyak, terutama penyebab kematian yang lebih besar di Indonesia, kanker, stroke, dan jantung. Itu butuhnya spesialisnya apa saja, prodinya harus ada," kata Menkes.

Kemenkes saat ini telah melakukan pemetaan kebutuhan dokter di seluruh daerah di Indonesia. Diharapkan dalam waktu lebih cepat bisa segera direalisasikan untuk memperkecil gap rasio dokter.

Oleh karena itu, Menkes ingin pertemuan dengan diaspora kesehatan Indonesia tersebut menjadi awal yang baik bagi peningkatan pembangunan kesehatan di Tanah Air.

Berbagai ide, masukan ataupun saran dari berbagai diaspora kesehatan Indonesia diharapkan bisa memperkuat roadmap Kementerian Kesehatan untuk menyukseskan transformasi sistem kesehatan.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan dan memperkuat diaspora kesehatan Indonesia. Sebenarnya tidak apa-apa kalau tidak kembali ke Indonesia, yang penting ada jaringannya, ada akses ke riset, kita bareng-bareng bangun sistem kesehatan yang lebih bagus dan lebih kuat dimanapun kita berada," ungkap Menkes.

1
2