Share

Amerika Ciptakan Alat Mirip GeNose untuk Tes Covid-19, Deteksi Lewat Embusan Napas

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 16 April 2022 18:04 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Tes Covid-19. (Foto: Freepik)

INDONESIA memang tidak lagi menggunakan GeNose C19 sebagai alat pengetesan sejak adanya PPKM darurat sejak gelombang Omicron silam. Alat ini, merupakan pengembangan dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan bisa menjadi screening awal Covid-19.

Meskipun bisa digunakan sebagai solusi untuk melakukan screening awal. Sayangnya, alat ini tidak bisa digunakan untuk diagnosis medis, padahal memiliki akurasi hingga 90 persen. Menkes pun pernah mencoba mengajukan GeNose ke WHO untuk meminta persetujuan WHO.

Nah, belakangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) baru saja mengeluarkan surat izin darurat (EUA) untuk tes cepat diagnostik Covid-19 pertama. Alat tersebut memiliki sensitivitas hingga 91,2 persen, mengidentifikasi positif dengan benar.

Alat itu bernama 'The InspectIR Covid-19 Breathalyzer' mendeteksi senyawa kimia dalam sampel napas yang terkait dengan infeksi SARS-CoV-2. Tes dapat dilakukan di lingkungan di mana spesimen pasien dikumpulkan dan dianalisis, seperti kantor dokter, rumah sakit, dll.

"contoh lain dari inovasi alat dengan tes cepat diagnostik untuk Covid-19," ujarJeff Shuren, MD, JD, direktur Pusat Perangkat dan Kesehatan Radiologi FDA, dilansir ABC, Sabtu (16/4/2022)

Melansir dari website FDA, jika kinerja InspectIR Covid-19 Breathalyzer divalidasi dalam penelitian besar terhadap 2.409 orang, termasuk mereka yang memiliki dan tanpa gejala. Dalam studi tersebut, tes tersebut terbukti memiliki sensitivitas 91,2% (persentase sampel positif yang diidentifikasi dengan benar oleh tes) dan spesifisitas 99,3% (persentase sampel negatif yang diidentifikasi dengan benar).

Lebih lanjut, disampaikan bila alat rapid test Covid-19 itu, menggunakan teknik yang disebut kromatografi gas spektrometri massa gas (GC-MS) untuk memisahkan dan mengidentifikasi campuran kimia. Dengan cepat mendeteksi lima Senyawa Organik Volatil (VOC) terkait infeksi SARS-CoV-2 dalam napas yang dihembuskan.

“Pada tingkat produksi ini, kapasitas pengujian menggunakan InspectIR Covid-19 Breathalyzer diperkirakan meningkat sekitar 64.000 sampel per bulan.” tambah FDA

(mrt)