Share

Pandemi Bikin Anak Depresi, Kenali 4 Manfaat Main Bersama Buah Hati

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 April 2022 16:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anak Stres. (Foto: Freepik)

PANDEMI Covid-19 memang telah menyebabkan banyak orang stres, bukan hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Jangan dikira anak-anak tidak bisa mengalami stres loh, faktanya ketika anak-anak stres maka mentalnya juga bisa terganggu.

Dokter Spesialis Anak dr Mesty Ariotedjo, Sp.A, mengatakan, studi yang telah dilakukan menunjukan pandemi menyebabkan kecemasan dan depresi anak. Menurutnya, angka kejadian depresi dan kecemasan pada anak meningkat dibandingkan sebelum pandemi.

Data yang dipaparkan dr Mesty di Webinar Biodef 'Persiapan Keluarga untuk Transisi Masa Pandemi ke Endemi' menunjukkan bahwa sebelum pandemi angka depresi pada anak itu 8,6% kasus kejadiannya.

Tapi, angka meningkat pesan saat pandemi menyerang dunia ini. Persentase kasus depresi anak dari yang awalnya 8,6% sebelum pandemi menjadi 23,8% atau 1 dari 4 anak dinyatakan depresi saat pandemi.

"Angka kecemasan pada anak pun meningkat kasusnya, dari sebelum pandemi 11,6% menjadi 19% atau 1 dari 5 anak mengaku cemas di masa pandemi ini," papar dr Mesty, belum lama ini.

Anak Stres

Ada beberapa penyebab yang membuat tingkat depresi dan kecemasan pada anak meningkat selama pandemi ini. Salah satu yang cukup bisa terlihat di masyarakat adalah isolasi sosial.

Ya, kebijakan isolasi mandiri yang diterapkan di banyak negara membuat anak depresi dan cemas. Ini terjadi karena anak tidak bisa bertemu dengan teman sebayanya yang mana itu adalah fase yang memang harus dilewati seorang anak, bersosialisasi.

Selain masalah isolasi mandiri, penyebab lain angka depresi dan kecemasan pada anak meningkat selama pandemi adalah masalah 'family financial stressors', masa pertumbuhan yang tidak lengkap, dan tidak bisanya pergi ke sekolah.

Masalah depresi dan kecemasan pada anak ini nyata adanya di masa sekarang. Tentu, masalah ini harus jadi perhatian semua orangtua bahwa anaknya bisa saja satu dari angka persentase yang terlampir di studi. Artinya, setiap anak berisiko mengalami depresi dan kecemasan di masa pandemi yang belum usai ini.

Tapi, dr Mesty punya solusi yang bisa dilakukan para orangtua agar meminimalisir risiko si kecil depresi dan cemas, yaitu ajak mereka bermain. Ya, saran yang sederhana tapi apakah Anda bisa melakukannya untuk si kecil setiap hari? Itu harus dipertanyakan dalam hati para orangtua semua.

Dokter Mesty menerangkan bahwa bermain bagi anak itu penting, salah satunya meminimalisir risiko depresi dan kecemasan yang sangat mudah dialami si kecil di masa andemi ini. "Untuk itu, saya selalu menyarankan kepada para orangtua untuk ajak anaknya bermain, sekalipun di rumah saja. Bermain itu penting untuk anak," tegas dr Mesty.

Di kesempatan itu dr Mesty yang merupakan Founder of Tentang Anak menjelaskan beberapa manfaat yang bisa dirasakan si kecil jika diajak bermain orangtuanya.

1. Aktivitas fisik pereda stres

Jika si kecil diajak bermain dengan melibatkan aktivitas fisik, ini bukan hanya bikin hatinya bahagia, tapi kekuatan fisiknya pun terlatih. Selain itu, kemampuan motoriknya berfungsi dengan optimal dan bisa meredakan stres.

2. Melatih fungsi eksekutif

Artinya, dengan bermain si kecil dapat mengontrol emosinya, mampu membuat perencanaan dengan baik, melatih ketekunannya, dan bisa belajar terkait kerja sama tim.

3. Melepaskan stres

Dengan bermain, si kecil merasa gembira terlebih jika permainan yang dilakukan memang sesuatu yang disukainya. Selain itu, dengan bermain si kecil bisa mengekspresikan dirinya dan melatih kreativitasnya.

4. Melatih kemampuan sosial dan emosional

Jika Anda sebagai orangtua melibatkan teman anak Anda untuk bermain bersama, ini juga memberi manfaat baik ke si kecil. Dia bisa melatih kemampuan sosial dan emosionalnya. Bonding antara Anda dan si kecil pun bisa lebih erat.

1
2