Share

Indonesia Tak Perlu Ikut-ikutan Negara Lain soal Vaksin Covid-19 untuk Balita

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 April 2022 14:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BEBERAPA negara seperti Amerika Serikat memang telah memberikan vaksin Covid-19 pada anak balita dan anak di bawah usia 6 tahun. Tapi, di Indonesia kelompok usia di bawah 6 tahun dan bayi belum masuk dalam sasaran vaksinasi Covid-19.

Dokter Spesialis Anak dr Arifianto, Sp.A, mengatakan, pemberian vaksin tidak bisa sembarang dan sekadar ikut-ikutan. Tak bisa dipungkiri memang ada beberapa negara yang sudah memberikan vaksin Covid-19 ke anak usia di bawah 6 tahun dan bayi.

"Tapi, untuk Indonesia, sejauh ini ITAGI belum mengeluarkan rekomendasi. Meski begitu, pembahasan mengenai hal ini sudah terjadi dan izin baru akan keluar kalau memang rekomendasi sudah ditetapkan oleh ITAGI," ungkap dr Arif dalam Webinar 'Raih Hidup Berkualitas Sepanjang Usia, Ayo Lengkapi Imunisasi', Senin (11/4/2022).

Menurutnya, daripada menanti vaksin Covid-19, ada baiknya para orangtua melengkapi imunisasi dasar yang juga membahayakan anak-anak jika terlewat pemberiannya. "Termasuk para orangtua, lebih fokus ke apa yang ada di depan mata. Artinya, vaksin difteri, campak, dan imunisasi dasar lainnya sudah ada dan sebaiknya segera diberikan ke anak jika belum," sarannya.

"Penyakit-penyakit tersebut juga mengancam nyawa anak-anak kita. Ketika vaksin itu tidak diberikan, risiko terjadinya wabah menjadi lebih besar," tambah dr Arif.

Ditambahkan Plt Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan dr Prima Yosephine, pemberian vaksin Covid-19 ke masyarakat itu sesuai rekomendasi ITAGI dan sampai sekarang tim ahli belum merekomendasikannya.

Selain berdasar pada rekomendasi ITAGI, Kemenkes pun memastikan bahwa vaksin Covid-19 yang diberikan ke masyarakat itu sudah mengantongi izin penggunaan darurat atau EUA dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Itu membuktikan bahwa vaksin yang diberikan di masyarakat memang sesuai dengan rekomendasi ahli dan terbukti keamanannya. Kami tidak sembarang memberikan ke masyarakat," tambahnya.

1
2