Share

Kenapa Varian Baru Covid-19 Buat Vaksin Tak Ampuh? Begini Penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 16:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

VAKSINASI Covid-19 memang menjadi salah satu cara yang terbukti efektif mencegah gejala berat dan kematian akibat Covid-19. Meskipun, penularan Covid-19 terus terjadi karena adanya varian baru yang menyerang.

Menurut data vaksinasi Covid-19 Nasional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tanggal 28 Maret 2022 Pukul 18.00 WIB, penerima vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 195.992.326 dosis (94,11 persen), dosis kedua mencapai 158.062.017 dosis (75,89 persen), dan dosis ketiga sebesar 20.297.770 dosis (9,75 persen).

dr. RA. Adaninggar PN, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam efektivitas vaksin harus dilihat dari kemampuan vaksin dalam mencegah seseorang masuk ke rumah sakit dan mencegah kematian. Virus varian baru pasti mengalami perubahan bentuk, sedangkan antibodi bisa mengikat patogen atau mikroorganisme kalau spesifik sekali.

Apabila ada perbedaan sedikit saja, antibodi tidak bisa mengikat 100 persen, sehingga terjadi escape immunity. Jadi jika ada varian baru, seseorang yang sudah pernah kena virus atau sudah divaksin dan terkena lagi merupakan hal yang wajar.

"Sekarang kita menghadapi Omicron dan vaksin masih efektif karena orang-orang yang masuk ke rumah sakit akibat gejala berat jumlahnya sedikit dan yang meninggal jauh lebih sedikit dibandingkan waktu varian Delta," jelas dr. Ning dalam keterangan resmi Good Doctor Technology Indonesia seperti dilansir dari Antara.

"Ini merupakan bukti bahwa vaksin sangat efektif," tambah dr. Ning.

Sekadar informasi, pemerintah telah melakukan sejumlah pelonggaran terkait aturan Covid-19. Dengan itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan syarat bagi masyarakat yang ingin mudik atau pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN). Syarat utamanya ialah wajib melakukan vaksinasi lengkap dan booster.

Bagi mereka yang sudah vaksin dua kali, memang masih perlu menjalani tes antigen. Sedangkan bagi yang sudah vaksin lengkap dan booster, tidak memerlukan tes jika ingin bepergian.

Follow Berita Okezone di Google News

Hal serupa juga diungkapkan oleh Kepala BNPB sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan pihaknya sudah membuat konsep pengaturan perjalanan dalam negeri (PPDN) saat mudik Lebaran 2022.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pun telah menerbitkan Surat Edaran baru dengan nomor 16 tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19. SE ini sudah berlaku sejak 2 April 2022. Dengan demikian seluruh perjalanan dalam negeri, termasuk saat mudik lebaran 2022 mengikuti aturan dalam SE tersebut.

Sesuai SE yang telah ditetapkan, ada beberapa protokol kesehatan yang harus ditaati oleh seluruh Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN), yaitu masyarakat yang sudah melakukan vaksin booster dan hendak melakukan perjalanan dalam negeri dengan moda transportasi udara, laut, darat menggunakan kendaraan pribadi atau umum, penyeberangan, dan kereta api antarkota dari dan ke daerah di seluruh Indonesia berlaku ketentuan:

1. Tidak diwajibkan menunjukkan negatif tes Covid-19, baik tes RT-PCR maupun rapid test antigen.

2. Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi

Sedangkan untuk masyarakat vaksin dosis dua, berlaku ketentuan:

1. Wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi

2. Wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam atau

3. Wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 3x24 jam sebelum keberangkatan.

1
2