Share

6 Cara Pencegahan Asma yang Perlu Anda Ketahui

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 07 April 2022 13:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Cara Mencegah Asma. (Foto: Shutterstock)

ADA cara pencegahan asma yang perlu diketahui, apalagi jika anak atau Anda memiliki gejala asma. Asma merupakan salah satu penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas.

Dalam beberapa kondisi, terdapat ciri-ciri saluran udara meradang, sempit dan membengkak, dan menghasilkan lendir berlebih sehingga menyulitkan bernapas. Asma termasuk salah satu penyakit yang sifatnya kambuhan. Sayangnya, asma tak bisa sembuh total karena disebut-sebut penyebabnya adalah genetik.

Meski begitu, masih ada cara untuk mencegah asma sehingga gejalanya tidak mudah kambuh sewaktu-waktu. Lantas, cara apa saja yang dapat mencegah asma? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Sedia Inhaler

Jika penyakit asma yang diderita mudah kambuh, jangan sampai lupa membawa inhaler kemana pun pergi termasuk saat pergi ke dokter untuk cek kondisi rutin. Ini menjadi langkah dasar pencegahan memburuknya serangan asma. Setiap kali akan keluar rumah, pastikan inhaler sudah dimasukkan ke dalam tas.

Jika bentuknya obat minum, simpan sediaan dosisnya dalam tempat obat transparan. Simpan di bagian dalam tas yang mudah terlihat dan cepat dijangkau. Hal itu sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu gejala penyakit asma kambuh.

Mencegah Asma

Melakukan pengobatan

Perlu diketahui, pengobatan penyakit asma terbagi dalam dua cara kerja, yakni mengendalikan gejala saat penyakit kambuh dan mencegah kemunculan serangan saat gejala awalnya mulai terasa. Menggunakan obat asma sebagai langkah pencegahan dapat dilakukan dengan cara dihirup, diminum, atau disuntik.

Beberapa obat asma yang paling umum adalah kortikosteroid serta bronkodilator. Sebelum menggunakan, pastikan untuk konsultasi lebih lanjut ke dokter terkait cara penggunaan obat-obatan untuk mencegah asma yang sesuai kebutuhan.

Hindari merokok

Para penderita asma hendaknya menghindari rokok bahkan jika termasuk perokok aktif mulai sekarang berhenti merokok. Hal ini dapat secara signifikan mengurangi keparahan dan frekuensi gejalanya.

Berolahraga secara teratur

Memang, salah satu penyebab dari asma adalah beraktivitas berat, termasuk olahraga. Bukan berarti harus putus asa dan menghindari olahraga sama sekali demi mencegah asma. Justru, dengan melakukan olahraga yang tepat akan bermanfaat untuk kondisi asma yang derita.

Salah satu cara mencegah kambuhnya asma ketika berolahraga, pastikan untuk memilih jenis olahraga yang sesuai. Jangan sampai olahraga memicu asma kambuh. Sebagai langkah pencegahan, orang dengan asma sebaiknya menghindari segala jenis olahraga dengan intensitas tinggi.

Berikut sejumlah olahraga yang sebaiknya dihindari untuk mencegah asma:

- Sepak bola

- Bola basket

- Lari jarak jauh, dan

- Ice skating

Atur asupan makanan yang sehat

Kebanyakan penderita asma dapat memiliki pola makan yang normal. Hanya saja bagi penderita yang memiliki riwayat GERD atau maag perlu berhati-hati, pasalnya keduanya dapat memicu kambuhnya gejala asma jika tidak dikendalikan dengan baik. Bila memiliki riwayat penyakit asam lambung, langkah pencegahan penyakit asma terbaiknya adalah dengan mengatur pola makan.

Hindari makanan yang berlemak dan digoreng untuk mencegah kambuhnya asma. Hindari pula makanan yang terlalu asam dan pedas karena keduanya dapat memicu asam lambung naik. Ganti dengan memperbanyak makan buah dan sayuran segar.

Mendapatkan vaksinasi dan imunoterapi

Imunoterapi merupakan pengobatan alergi yang berfungsi untuk meningkatkan atau menekan sistem imun. Dengan imunoterapi, lambat laun, pasien tidak akan terlalu sensitif lagi ketika terpapar alergen. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan dokter yang memang memiliki spesialisasi di bidang alergi dan imunologi.

Namun, sebelum memulai terapi ini, dokter harus tahu dulu alergen apa yang memicu asma. Setelah mengetahui jenis alergen spesifiknya, dokter akan menyuntikan obat khusus ke pembuluh darah. Untuk beberapa bulan pertama, suntikan akan diberikan biasanya sekali dalam seminggu.

Terkadang, dapat juga hanya diberikan sekali dalam sebulan. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga sistem imun menjadi lebih peka terhadap alergen. Jangan lupa juga untuk mendapatkan suntikan flu tahunan dan vaksinasi pneumokokus satu kali sebagai pencegahan yang tepat.

Demikian cara mudah pencegahan asma. Perlu dipahami, jika pencegahan di atas harus dalam pantauan dokter dan tidak boleh sembarangan dilakukan.

1
2