Share

IDI Paparkan Bahaya Berobat ke Dukun Tulang

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 06 April 2022 10:30 WIB
$detail['images_title']
Patah tulang. (Foto: Shutterstock)

PATAH tulang masih menjadi masalah serius di Indonesia. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang meminta bantuan tukang pijat untuk mengatasi patah tulang ini.

Patah tulang atau juga disebut fraktur tulang dalam dunia medis tak bisa diabaikan. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan tahun 2018, di Indonesia tercatat angka kejadian fraktur sebanyak 5,5 persen, yang bisa disebabkan dari trauma, tekanan maupun kelainan patologis seperti osteoporosis.

Soal penyembuhan patah tulang dengan bantuan tukang pijat pun diluruskan oleh Ahli Orthopedi dr. Muhammad Adib Khumaidi, Sp.OT. Menurut dia, masyarakat kurang tepat bila meminta bantuan tukang pijat untuk menyembuhkan patah tulang ini.

"Kita berikan pemahaman ke masyarakat, kalau terjadi fraktur atau patah tulang harus baiknya segera ke orthopedi."

"Kalau ke pengobatan alternatif, itu hanya menyambungkan tulang saja, tapi mungkin tidak berfungsi karena tidak pas posisinya," ujar pria yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PB IDI ini dalam keterangan Novosis Kalbe Farma.

Lebih lanjut dia menjelaskan deretan gejala patah tulang yang perlu diperhatikan. Gejala patah tulang yang khas yaitu nyeri, bengkak dan gangguan fungsi pada titik yang patah.

 BACA JUGA:Waduh, Merokok Hambat Penyembuhan Patah Tulang

Selanjutnya, ketika mendatangi orthopedi, kondisi patah tulang akan dikembalikan atau reposisi, hingga dipertahankan sampai sembuh.

 patah tulang

"Bukan menyambungkan tulang saja, tapi juga sendi dan otot dikembalikan fungsinya," bebernya.

dr Adib menjelaskan, pada tindakan operasi juga dibutuhkan bonegraft (pengganti tulang yang hilang) yang biasa disebut cangkok tulang.

Bone graft (cangkok tulang) telah umum digunakan untuk penggantian tulang yang hilang atau rusak pada berbagai kasus operasi fraktur atau patah tulang termasuk di Indonesia.

Bone graft dapat berasal dari tulang pasien itu sendiri (autograft) maupun dari tulang hewan atau sintetik. Bonegraft sintetik (buatan), memiliki kelebihan dimana tidak ada resiko transmisi penyakit menular, mengurangi waktu dan risiko perdarahan saat operasi, serta secara suplai mudah dikelola.

"Kombinasi bone graft dengan growth factor memberikan efek sinergis pada pembentukan tulang baru yang berpengaruh pada percepatan pemulihan pasien," terang dr Adib.

Dalam kesempatan ini, Ketua Stem Cell and Tissue Enginering Cluster IMERI FKUI, Prof. Dr. dr. Ismail Hadisoebroto Dilogo, Sp.OT. (K), ada pula tindakan orthopedi yang disebut bone morphogenetic protein (BMP). Ini merupakan protein yang berperan penting dalam pembentukan dan regenerasi dari tulang dan tulang rawan.

"Di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sendiri, sudah banyak penelitian yang memanfaatkan BMP-II dalam perannya sebagai agen osteoinduktif dan terbukti aman."

"Juga mampu memungkinkan durasi pembedahan yang lebih cepat, rendah risiko komplikasi ataupun donor-site morbidity, serta efektif dalam mentatalaksana patah tulang dan defek tulang kritis,” jelasnya.

1
2