Share

Mengenal Apa itu Anemia Mikrositik Hipokrom, Penyebab dan Gejalanya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 04 April 2022 14:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anemia Mikrositik. (Foto: Freepik)

APA itu anemia mikrositik hipokrom, apakah berbeda dengan anemia biasa? Sebelum menjawab apa itu anemia mikrositik hipokrom, kita perlu memahami terlebih dahulu apakah anemia itu.

Anemia sendiri merupakan gejala kurang darah, ketika konsentrasi hemoglobin (Hb) yang berada di dalam sel darah merah lebih rendah dari seharusnya. Nah, dalam kasus anemia mikrositik, ukuran eritrosit pun lebih kecil dari normal dan mengandung konsentrasi hemoglobin yang kurang dari normal.

Anemia mikrositik ini memiliki ciri-cirinya yakni jumlah sel darah yang beredar juga lebih sedikit dari biasanya. Gangguan anemia ini disebabkan oleh kondisi yang dapat mencegah tubuh untuk memproduksi hemoglobin dengan cukup.

Anemia Mikrositik

Hemoglobin adalah komponen darah yang berguna untuk mengangkut oksigen ke jaringan atau organ lainnya dan memberi warna merah pada sel darah merah yang beredar di tubuh. Untuk mendiagnosisnya apa itu anemia mikrositik hipokrom bisa terdeteksi pertama kali setelah dilakukannya tes darah yang disebut juga dengan hitung darah lengkap (CBC).

Jika hasil dari pemeriksaan tersebut diambil kesimpulan kamu mengidap anemia, maka dokter akan melakukan tes lainnya yang disebut juga dengan apusan darah tepi (peripheral blood smear). Tes ini untuk melihat perubahan mikrositik atau makrositik pada sel darah merah.

Kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia mikrositik. Tubuh setiap orang membutuhkan zat besi untuk menghasilkan hemoglobin. Meski begitu, hal tersebut bukanlah satu-satunya penyebab dari gangguan anemia ini. Untuk mengatasi anemia ini, dokter akan mendiagnosis penyebab yang mendasarinya.

Penyebab anemia mikrositik hipokrom:

1. Berkurangnya zat besi: Anemia Defisiensi Besi.

2. Berkurangnya sintesis globin: Thalasemia dan Hemoglobinopati.

3. Berkurangnya sintesis heme: Anemia Sideroblastik

Sedangkan gejala umum yang dapat timbul saat mengidap anemia jenis ini adalah:

1. Tubuh yang lemah dan lelah

2. Kehilangan stamina

3. Sesak napas dan pusing

4. Kulit yang terlihat pucat.

Salah satu dari gejala ini dan tidak sembuh dalam dua minggu, ada baiknya untuk membuat janji dengan dokter. Namun, jika secara tiba-tiba mengalami pusing dan/atau sesak napas, sebaiknya langsung menemui dokter saat itu juga sebelum hal yang ditakutkan terjadi.

1
2