Share

Memahami Apa Itu Anemia Gravis, Gejala dan Penyebabnya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 02 April 2022 16:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anemia Gravis. (Foto: Freepik)

APA itu anemia gravis? Jenis anemia satu ini memang jarang terdengar di telinga bagi orang awam. Umumnya, banyak orang mengenal anemia atau kurang darah secara umum yang merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik.

Pada dasarnya, anemia dipicu oleh banyak kondisi, mulai dari kekurangan zat gizi hingga vitamin B12 serta asam folat. Namun, ada pula sebagian orang yang terlahir dengan kelainan genetik dan mengidap beberapa jenis anemia tertentu. Sehingga, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, dan membuat penderita anemia pucat dan mudah lelah.

Dari banyaknya pemicu tersebut sehingga terdapat beberapa jenis anemia, salah satunya anemia gravis. Lantas, apa itu anemia gravis, gejala dan penyebabnya? Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini.

Anemia gravis sendiri, termasuk jenis anemia berat. Kondisi ini ditandai dengan kadar hemoglobin yang sangat rendah, yaitu kurang dari 8 g/dL, sehingga penderitanya membutuhkan transfusi darah. Pada anemia gravis, sel-sel dalam tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen untuk menjalankan fungsinya secara normal.

Anemia Gravis

Oleh sebab itu, penderita tidak hanya mengalami gejala anemia yang berat, tetapi juga berisiko mengalami komplikasi serius, seperti kerusakan organ tubuh.


Gejala Anemia Gravis

Gejala anemia gravis umumnya sama dengan gejala anemia biasa. Hanya saja pada kondisi ini tingkat keparahan gejala sudah semakin berat. Berikut ini adalah beberapa gejala yang bisa dialami oleh orang yang menderita anemia gravis:

- Sesak napas

- Lemas atau kelelahan

- Jantung berdebar kencang

- Pusing

- Nyeri di dada, perut, dan sendi

- Kulit terlihat lebih pucat

- Tangan dan kaki dingin

- Penyebab Anemia Gravis

Terdapat tiga hal utama yang bisa menyebabkan anemia gravis, yakni; hancurnya sel darah merah, penurunan produksi sel darah merah, dan hilangnya volume darah dalam jumlah banyak.

Hancurnya sel darah merah

Anemia gravis bisa terjadi ketika sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada sel yang dibentuk oleh tubuh. Hal ini umum dialami oleh penderita penyakit autoimun atau penyakit yang disebabkan oleh kelainan genetik, seperti thalasemia.

Penurunan produksi sel darah merah

Selain itu, terjadinya penurunan produksi sel darah merah pada penderita anemia gravis umumnya dipicu oleh penyakit yang berat dan berjalan dalam waktu lama, misalnya kanker, HIV/AIDS, gagal ginjal stadium 5, atau hipotiroidisme.

Tak hanya itu, penurunan produksi sel darah merah juga bisa terjadi akibat kekurangan nutrisi yang parah, terutama nutrisi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel darah merah. Kondisi yang paling sering terjadi adalah anemia defisiensi besi.

Kehilangan darah secara berlebihan

Selain gangguan pada sel darah merah, anemia gravis juga bisa terjadi akibat pendarahan berat. Umumnya terjadi karena adanya pengaruh dari faktor eksternal dan internal, seperti: kecelakaan yang membuat pembuluh darah putus, dan pecahnya pembuluh darah akibat varises esofagus atau diseksi aorta.

Itulah memahami pengertian, gejala dan penyebab dari anemia gravis yang perlu diketahui. Bila merasakan gejala seperti di atas, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

1
2