Share

MKEK Kasih IDI Waktu 28 Hari untuk Berhentikan dr Terawan dari Organisasi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 01 April 2022 17:47 WIB
$detail['images_title']
dr Terawan diberhentikan dari keanggotan IDI (Foto: Instagram Kemenkes RI)

MAJELIS Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) memutuskan bahwa dr Terawan Agus Putranto (TAP) diberhentikan secara permanen dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Keputusan tersebut dibacakan dalam Muktamar ke-31 IDI di Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (25/3/2022).

Keputusan Muktamar IDI XXXI tersebut juga memberikan kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) selambat-lambatnya waktu 28 hari kerja untuk melaksanakan atau mengeksekusi putusan tersebut.

"Meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan Pemberhentian Tetap sejawat dr TAP sebagai Anggota IDI. Keputusan Muktamar IDI XXXI juga memberikan kepada PB IDI selambat-lambatnya waktu 28 hari kerja untuk melaksanakan putusan tersebut," begitu bunyi keterangan resmi PB IDI yang diterima MNC Portal, Jumat (1/4/2022).

Terawan

Dijelaskan juga di sana bahwa PB IDI sebagai unsur pimpinan tingkat pusat yang menjalankan fungsi eksekutif organisasi, berkewajiban untuk menjalankan putusan Muktamar tersebut. Dalam menjalani putusan Muktamar, PB IDI diberikan ruang untuk melakukan sinkronisasi hasil Muktamar baik dari sidang pleno, komisi, dan sidang-sidang khusus.

"Terkait dengan keputusan tenang dr TAP, ini merupakan proses panjang sejak tahun 2013 (sesuai dengan laporan MKEK) dan hak-hak beliau selaku anggota IDI telah disampaikan oleh MKEK untuk digunakan mengacu kepada keputusan AD ART dan tata laksana organisasi," terang dr Beni Satria selaku Juru Bicara PB IDI untuk Sosialisasi Hasil Muktamar IDI Ke-31.

BACA JUGA : Kisruh IDI Pecat dr Terawan, Menkes Singgung Tabiat Bangsa: Kita Mudah Diadu Domba

BACA JUGA : Gaduh Pemecatan dr Terawan, Menkes Segera Mediasi IDI dan Anggotanya

Ditambahkan sedikit oleh Ketua Umum PB IDI dr M Adib Khumaidi bahwa masyarakat profesi adalah moral community yang meliputi unsur expertise, responsibility, kesejawatan, dan etik.

"Muktamar IDI Ke-31 ini menjadi momentum para dokter Indonesia untuk meningkatkan kesolidan dan memperkuat kekompakkan. Menjadikan IDI sebagai rumah bersama bagi seluruh dokter Indonesia menuju cita-cita untuk meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia," terang dr Adid.

(hel)