Share

Bukber saat Ramadan Diperbolehkan, Tapi Dilarang Ngobrol!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2022 10:56 WIB
$detail['images_title']
Bukber saat Ramadhan (Foto: Shutterstock)

JURU Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, pemerintah mengizinkan warga untuk melakukan buka puasa bersama atau bukber. Tapi, ada aturan yang perlu diperhatikan supaya tidak jadi klaster Covid-19.

Aturan yang disorot Wiku adalah bagaimana setiap orang yang bukber tetap patuh protokol kesehatan. Hal ini menjadi penting supaya pertemuan dengan sahabat, keluarga, atau teman-teman tidak jadi sumber penyebaran Covid-19.

 bukber

"Kalau buka puasa bersama sebaiknya tetap jaga jarak dan tidak usah berbicara saat makan," kata Wiku dalam keterangan resminya di Channel Youtube FMB91D IKP, belum lama ini.

Artinya, bukber diperbolehkan asal warga tidak ngobrol saat makan bersama di meja makan. Tentu, ini perlu diperhatikan untuk meminimalisir droplet yang bisa memicu pertukaran penyakit antarorang.

Selain jaga jarak dan tidak ngobrol, Wiku juga mengharapkan agar warga yang bukber untuk selalu memastikan kebersihan diri, terutama tangan.

"Jangan lupa cuci tangan sebelum dan sesudah makan supaya kita semua betul-betul bersih dan sehat," tambahnya. "Jadi, semua bisa dilakukan asal betul-betul adaptasinya dengan protokol kesehatan," sambung Wiku.

Hal ini pun perlu diterapkan jika Anda ingin pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja kebutuhan saat Ramadhan. Itu pun dikatakan Wiku dipersilahkan, tapi protokol kesehatannya jangan sampai lupa.

"Pada prinsipnya, selama menjalankan prokes dengan baik, menggunakan masker dan selalu menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dan rajin cuci tangan, sebenarnya tidak apa-apa," katanya.

 BACA JUGA:Dokter: Di Tengah Pandemi Bukber Itu Berbahaya

"Maka dari itu, aktivitas yang makin meningkat seperti pergi ke tempat beribadah atau ke pasar itu enggak apa-apa asal prokes ketat agar melindungi diri sendiri dan orang lain," ungkap Wiku.

(DRM)