Share

Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Berpuasa? Begini Saran Dokter

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 28 Maret 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
Apakah penderita sakit maag boleh berpuasa (Foto: Freepik)

APAKAH penderita sakit maag boleh berpuasa? Pertanyaan tersebut selalu muncul saat memasuki bulan Ramadan

Sebagian orang penderita maag khawatir puasa Ramadan akan menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan. Misalnya peningkatan kadar asam dalam perut kosong, sehingga memperburuk gastritis dan PUD. Tapi, benarkah demikian?

Sakit Maag

(Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Berpuasa? Foto: Freepik)

Dr Rizram Rahim dari Rumah Sakit Columbia Asia, Petaling Jaya mengatakan, seharusnya tidak menjadi masalah bagi sebagian besar dari mereka. Jika Anda menderita gastritis ringan, Anda hanya perlu menyesuaikan waktu makan Anda.

“Pasien dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko komplikasi gastritis/PUD saat berpuasa,” kata dr. Rizram seperti dikutip laman Get Doc pada Senin (28/3/2022).

Beberapa orang bisa mendapatkan ulkus berlubang tapi ini sangat jarang terjadi. Paling sering itu adalah rasa sakit yang tak tertahankan yang tidak memungkinkan Anda untuk melakukan pekerjaan Anda. Itu mungkin gejala yang paling parah.

BACA JUGA : Makanan-Makanan Ini Pantang Dikonsumsi Penderita Maag saat Sahur dan Berbuka Puasa

Bagi kebanyakan orang, menyesuaikan waktu makan mereka harus menguntungkan mereka. Ada dua jenis sakit lambung, ada yang sakit saat berpuasa, ada juga yang sakit saat makan. Yang terakhir ini tidak masalah apalagi jika menyangkut makanan tertentu, mereka bisa saja menghindari makan makanan tersebut.

BACA JUGA : Cara Mudah Kendalikan Kolesterol saat Puasa Ramadan, Dicoba Yuk!

Bagi penderita infeksi H.pylori, dr Razrim mengatakan itu bukanlah masalah jangka panjang, Anda bisa mendapatkan pengobatan sendiri dalam waktu sekitar 2 minggu, dengan pengobatan antibiotik dan anti-asam. Tapi itu tidak boleh menghentikan Anda dari puasa.

Ini hanya infeksi seperti yang lainnya. Dan meskipun bisa kambuh di tahap selanjutnya, itu bukan masalah kronis. Tidak ada hubungannya dengan apakah Anda harus berpuasa atau tidak.

(hel)