Share

Mengenal Gejala Diabetes Kering yang Harus Diwaspadai

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 13:33 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Gejala Diabetes Kering. (Foto: Shutterstock)

GEJALA diabetes kering memang lebih sulit dilihat dibandingkan diabetes biasa, meskipun di dunia medis tidak mengenal istilah itu. Selama ini, diabetes dibagi menjadi dua tipe, baik tipe 1 maupun tipe 2.

Pada diabetes tipe 1, tubuh khususnya organ pankreas tidak dapat memproduksi insulin. Sementara pada Diabetes Tipe 2, adalah penyakit yang sangat terkait dengan gaya hidup, yakni pola makan, olahraga, kegemukan, dan pola tidur. Berikut ini merupakan gejala-gejala diabetes kering, antara lain:


Rasa haus berlebihan

Penderita biasanya mengalami kehausan. Karena cairan tubuh yang terkuras dari seringnya buang air kecil. Rasa haus merupakan cara alami tubuh dalam mengelola kadar gula darah yang tinggi.

Kelaparan

Saat kadar gula darah merosot, tubuh menangkap sinyal bahwa belum diberi makanm sehingga menagih glukosa seperti yang dibutuhkan sel. Akibatnya muncul rasa lapar yang berlebihan.

Gejala Diabetes Kering

Penyusutan berat badan

Pada saat kadar gula darah tinggi, bobot badan akan menyusut. Pasalnya hormon insulin tersebut tidak mendapatkan glukosa untuk sel. Tubuh memecah protein dari otot sebagai sumber alternatif bahan bakar.

Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Pada penderita diabetes, akan mengalami peningkatan frekuensi buang air kecil lebih banyak. Hal ini disebabkan tubuh tidak dapat menyerap glukosa. Sementara organ ginjal mengeluarkan glukosa sebanyak mungkin.

Kulit jadi bermasalah

Kulit gatal, mungkin akibat kulit kering seringkali bisa menjadi tanda peringatan diabetes, seperti juga kondisi kulit lainnya, misalnya kulit jadi gelap di sekitar daerah leher atau ketiak.

Penyembuhan lambat

Bagi penderita diabates, biasanya mengalami Infeksi, luka, dan memar yang tidak sembuh dengan cepat merupakan tanda diabetes lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena pembuluh darah mengalami kerusakan akibat glukosa dalam jumlah berlebihan yang mengelilingi pembuluh darah dan arteri. Diabetes mengurangi efisiensi sel progenitor endotel atau EPC, yang melakukan perjalanan ke lokasi cedera dan membantu pembuluh darah sembuhkan luka.

Kesemutan atau mati rasa

Gejala lainnya yang kerap dialami penderita diabetes yakni kesemutan dan mati rasa di tangan dan kaki, bersamaan dengan rasa sakit yang membakar atau bengkak.

Gejala tersebut merupakan tanda bahwa saraf sedang dirusak oleh diabetes. Masih seperti penglihatan, jika kadar gula darah dibiarkan merajalela terlalu lama, kerusakan saraf bisa menjadi permanen.

Nah, itulah gejala diabetes kering yang harus Anda waspadai. Apabila bergejala silakan lakukan tes serta konsultasi kepada petugas medis terdekat.

1
2