Share

Kenali Gejala Diabetes Tipe 1 yang Sering Muncul Pada Anak

Komaruddin Bagja, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 12:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Diabetes Anak. (Foto: Shutterstock)

GEJALA diabetes tipe 1 tidak hanya menyasar orangtua tapi juga ke anak-anak. Sekadar informasi, pada diabetes tipe 1 atau yang biasa disebut diabetes juvenile. Penyebab dari penyakit ini karena autoimun yang mengakibatkan sel beta penghasil insulin rusak.

Parahnya, tubuh dapat kehilangan insulin sama sekali. Namun, diabetes ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Dari berbulan-bulan hingga menahun sampai pada hancurnya sel-sel penghasil insulin dalam pankreas hingga gejala diabetes melitus tipe 1 muncul.

Gejala awal Diabetes Melitus Tipe 1 pada anak yang nampak antara lain: sering merasa haus dan banyak minum, sering merasa lapar, sering merasa kelelahan, lemas, dan pusing akibat kekurangan energi, berat badan turun drastis dalam waktu singkat, sering buang air kecil atau mungkin mengompol, mengalami perubahan perilaku, seperti sering merasa gelisah, marah, dan sulit mengendalikan emosi, napas berbau seperti aroma buah.

Diabates

Apabila tidak segera dicegah, maka akan mempengaruhi fungsi organ seperti adanya gangguan pencernaan yang dialami mual dan muntah, gangguan penglihatan hingga pandangan kabur, rasa kebas, sensasi nyeri pada kaki, kulit gatal dan gering serta luka yang lama sembuhnya.

Ada juga gejala lain yang sering dialami penderita diabetes melitus tipe 1, misalnya: Infeksi jamu pada vagina yang dialami oleh anak perempuan sebelum pubertas. Jamur yang menginfeksi bernama Candida albicans. Akibat infeksi jamur itu, vagina akan berbau tak sedap, gatal dan mengeluarkan cairan vagina yang tidak biasa.

Adapun pada bayi yang terjangkit diabetes tipe 1, ia dapat mengalami ruam popok karena jamur. Penderita diabetes rentan mengalami infeksi jamur di vagina karena kandungan gula yang tinggi dalam urine. Urine yang mengandung banyak gula merupakan lingkungan produktif untuk jamur vagina berkembang biak.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh yang menurun akibat diabetes juga memengaruhi terjadinya gejala diabetes tipe 1 ini. Akibatnya, kondisi gula darah yang tinggi (hiperglikemia) bisa mengurangi jumlah protein yang bekerja dalam sistem kekebalan tubuh. Lemahnya perlawanan sistem imun menyebabkan jamur di vagina berkembang biak dengan cepat.

Pengidap diabetes melitus tipe 1 sejatinya tidak dapat menghasilkan insulin yang bertugas memecah glukosa jadi energi. Tubuh pun akan membakar lemak agar mendapatkan energi. Pembakaran lemak untuk membantu penyerapan glukosa ini akan menghasilkan zat asam keton dalam jumlah banyak.

Kadar keton yang tinggi dalam darah ditandai dengan sejumlah gejala diabetes tipe 1 yang bertambah parah. Diabetesi akan lebih sering buang air kecil dari biasanya, mual dan muntah, serta napas berbau (bau mulut).

Gejala dari komplikasi diabetes tipe 1 ini ditunjukkan ketika penderita merasa sesak dan kesulitan bernapas. Segera mencari pertolongan klinis sesegera mungkin saat kondisi ini terjadi.

1
2