Share

Andin Alami Baby Blues Usai Melahirkan, Yuk Kenali Penyebab hingga Gejalanya

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 26 Maret 2022 07:45 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi baby blues. (Foto: Shutterstock)

MEGA-SINETRON Ikatan Cinta setiap harinya makin membuat para penonton terus penasaran. Apalagi saat Andin (Amanda Manopo) akhirnya melahirkan, namun terkena baby blues. Manda pun memiliki tantangan baru pada karakternya ini.

"Untuk ini peran baby blues ini jujur another tantangan sih," tulis Manda dalam cuitan di akun Twitter-nya @AmandaGabriella.L.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 10 Maret 2022: Andin Menangis Lihat Anaknya Terbaring di Ruang NICU 

Namun di sini Andin banyak yang mendukung dan mendampingi agar baby blues yang dialami tidak terus menekan batinnya. Salah satunya sang suami Aldebaran (Arya Saloka) yang harus menerima kenyataan dan bersabar dalam menghadapi istrinya yang sedang terkena baby blues.

Lantas, apa itu baby blues? Mengapa beberapa wanita pasca-melahirkan terkena sindrom tersebut?

Baca juga: Putih Telur Jangan Dibuang, Bisa Samarkan Kerutan di Wajah Lho 

Dikutip dari Healthline, baby blues biasanya menyerang dalam beberapa hari setelah melahirkan. Tetapi jika seorang mengalami persalinannya terasa sangat sulit, maka akan menyadarinya lebih cepat.

Kemudian setelah melahirkan, tubuh mengalami fluktuasi hormonal yang ekstrem untuk membantu memulihkan dan merawat bayi, menyusutkan rahim kembali ke ukuran normal dan meningkatkan laktasi. perubahan hormonal itu juga dapat memengaruhi kondisi pikiran ibu pasca melahirkan.

Apa saja gejala baby blues?

Gejalanya bisa mulai 2 hingga 3 hari setelah bayi lahir. Sebagian besar, baby blues hilang dengan sendirinya setelah melahirkan, sekira 10 hari. Tetapi terkadang hingga 14 hari pasca-persalinan. Berikut gejalanya:

Baca juga: Hindari 3 Asupan Ini saat Sahur dan Berbuka Puasa, Bikin Asam Lambung Naik! 

- Merasa ingin menangis karena hal kecil.

- Mengalami perubahan suasana hati atau menjadi sangat mudah tersinggung.

- Merasa tidak terikat atau tidak terikat dengan bayi Anda.

- Kehilangan bagian dari kehidupan lama Anda, seperti kebebasan untuk pergi keluar dengan teman-teman.

- Khawatir atau merasa cemas tentang kesehatan dan keselamatan bayi Anda.

- Merasa gelisah atau mengalami insomnia, meskipun Anda kelelahan.

- Mengalami kesulitan membuat keputusan yang mudah atau berpikir jernih.

Baca juga: Kenali Perbedaan Baby Blues dengan Depresi Pasca-Persalinan 

Apa bedanya baby blues dengan depresi usai melahirkan?

Ada dua indikator utama bahwa kesedihan yang dirasakan pasca-persalinan lebih dari sekadar baby blues dan mungkin memerlukan panggilan ke tenaga medis.

Hal ini berguna untuk berkonsultasi tentang merasa depresi usai melahirkan. Nantinya para tenaga ahli akan memberikan terapi dan melihat garis waktu serta tingkat keparahan gejala yang dialami.

1
2