Share

Ngaku Endemi, Kini Sejumlah Negara Laporkan Kenaikan Kasus Covid-19 yang Signifikan!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 13:10 WIB
$detail['images_title']
Sejumlah negara laporkan kenaikan kasus Covid-19 (Foto: Reuters)

BEBERAPA negara sudah mulai mendeklarasikan endemi Covid-19, sebut saja Inggris, Amerika, dan beberapa negara Eropa. Indonesia sendiri saat ini sedang mengarah ke sana dengan tetap menjalankan fase transisi sebagai bagian yang harus dilewati.

Namun sayangnya, negara-negara yang mendeklarasikan endemi Covid-19 mengabarkan bahwa mereka kini mengalami lonjakan kasus yang cukup berarti. Ini menandakan bahwa virus Covid-19 belum bisa dianggap hilang dari dunia ini.

 Endemi Covid-19

Update laporan mengenai hal ini disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban di media sosialnya. Dikatakan di sana bahwa negara-negara yang sudah umumkan endemi kini laporkan kenaikan kasus Covid-19.

"Dari data per Jumat ini (25/3/2022), terlihat bahwa negara-negara yang menyatakan endemi telah mengalami kenaikan jumlah kasus mingguan," papar Prof Beri di awal cuitan, Jumat (25/3/2022).

Dia menyampaikan data rincian terkait negara-negara yang mengalami kenaikan kasus usai melonggarkan beberapa protokol kesehatan mengingat sudah dikeluarkannya status endemi di negaranya.

Di sana ada Jerman dengan kenaikan kasus Covid-19 mingguan sebesar 6 persen, Prancis (39%), Inggris (10%), Australia (36%), dan Italia (25%).

Dijelaskan dalam paparan Prof Beri, sapaan akrabnya, juga soal angka kasus Covid-19 secara global. Terlihat di sana bahwa Korea Selatan menduduki peringkat pertama sebagai negara dengan kenaikan kasus tertinggi dalam seminggu ini dengan total kasus 2.417.146 kasus.

Kasus Covid-19 di Indonesia sendiri dilaporkan Kementerian Kesehatan per 24 Maret 2022 adalah angka kesembuhan Covid-19 naik 18.272 pasien, lalu kasus konfirmasi harian naik 5.808 kasus, dengan kasus kematian bertambah 122 kasus.

 BACA JUGA:Menkes Targetkan Pandemi Covid-19 Jadi Endemi pada September 2022, Begini Syaratnya

Dengan keluarnya informasi, tentu diharapkan kepada semua masyarakat untuk tidak boleh lengah melaksanakan protokol kesehatan. Pandemi sejatinya belum usai dan virus masih ada di tengah masyarakat.

(DRM)