Share

Indonesia Diprediksi Mulai Endemi 6 Bulan Lagi, Menkes Dorong Testing Covid-19 Mandiri

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 25 Maret 2022 11:28 WIB
$detail['images_title']
Indonesia diprediksi mulai endemi 6 bulan lagi (Foto: Venture Burn)

PERKEMBANGAN virus SARS-COV-2 di Indonesia saat ini terkendali. Melihat hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menargetkan Indonesia bisa masuk fase endemi enam bulan lagi sejak akhir Maret 2022.

Hal tersebut bisa capai, jika kondisi Indonesia tidak ditemukan varian baru. "Saya rasa mungkin di akhir bulan ini reproduction rate kita bisa di bawah satu. Jadi kalau Maret bisa di bawah satu, kita tarik enam bulan dari Maret, mudah-mudahan tidak ada varian baru," ujar Menkes dalam YouTube DPR RI, Kamis (24/3/2022).

 Menkes Budi

Lebih lanjut, dia mengatakan, jika mencapai endemi maka berpeluang masyarakat melakukan self testing Covid-19. Dia mengatakan untuk mencapai fase tersebut, diperlukan beberapa faktor seperti pelacakan kontak hingga testing.

"Kami sampaikan untuk bisa transisi menjadi endemi, tanggung jawab pengelolaan kesehatan terhadap Covid-19 harus dimiliki dan dipahami masing-masing individu, termasuk testing-nya," jelasnya.

Sehubungan dengan itu, Kementerian Kesehatan mendorong masyarakat untuk melakukan self testing menggunakan rapid antigen. Di mana surat edarannya sudah ada dan dia mengatakan segera melakukan sosialisasi.

"Sudah ada yang punya izin edar juga di sini, itu juga bisa kita pakai," kata Menkes Budi.

"Nanti kita akan sosialisasikan dan juga kita mempromosikan ke masyarakat, agar lebih sering melakukan self testing saja di rumah," tambahnya.

Di sisi lain, Budi mengatakan sangat perlu menjaga dan mematuhi protokol kesehatan (Prokes). Hidup secara normal, seperti biasanya, dia juga mengatakan tidak perlu panik selama prokes ditegakkan dan tidak lupa juga untuk segera vaksinasi lengkap.

"Kalau itu sudah dijalani, ya tetap hidup normal. Boleh bekerja, boleh ke mall. Tapi jangan lupa sekarang lagi musim COVID-19, pakai masker dan vaksinasinya dikejar," ujarnya.

(DRM)