Share

Ciri-Ciri Obesitas yang Berisiko Tinggi Picu Kematian, Catat Cara Cegahnya di Sini!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 23 Maret 2022 10:29 WIB
$detail['images_title']
Obesitas bisa picu kematian (Foto: Shutterstock)

OBESITAS berisiko kematian. Kasus real-nya dialami seorang bocah berusia 11 tahun di Bekasi bernama Rafka. Ia menghembuskan napas terakhir di rumah sakit akibat kelebihan berat badan, di usianya yang masih belia Rafka berbobot 126 kilogram.

Penanganan medis sejatinya sudah diupayakan untuk menangani masalah obesitas Rafka. Operasi pun diakui pihak keluarga akan dikerjakan, namun nyawa Rafka tak tertolong. Tidak ada informasi lebih lanjut apakah ada komplikasi yang dialami Rafka akibat obesitasnya.

obesitas

Ya, obesitas rentan mengalami komplikasi masalah. Menurut laporan NCBI, ada beberapa penyakit yang menyertai orang dengan obesitas, mulai dari diabetes, CVD atau metabolic syndrome, obesity-hypoventilation syndrome (OHS), masalah di ginjal, hati, gonadal atau masalah kesuburan, GERD, kanker, dan masalah fungsional tubuh.

Nah, jenis obesitas apa yang cukup tinggi risiko kematiannya?

Dijelaskan di sana bahwa obesitas dengan komplikasi kanker dan CVD yang berisiko penyakit serius hingga kematian.

BACA JUGA : Bocah di Bekasi Meninggal Akibat Obesitas, Begini Tanggapan Dokter

Obesitas tingkat 2 dan 3 atau dengan IMT di angka 35-39,99 dan di atas 40 pun dikaitkan dengan risiko kematian yang tinggi. IMT sendiri didapat dari perhitungan berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m).

"Obesitas tingkat satu (IMT 30-34,99) tidak terkait dengan mortalitas yang lebih tinggi," terang laporan NCBI dikutip MNC Portal, Rabu (23/3/2022).

BACA JUGA : Bocah Obesitas di Bekasi, Beratnya Capai 126 Kg Hanya Bisa Duduk dan Tidur

Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa pola diet dan kurangnya aktivitas fisik pada generasi sekarang menjadi salah satu penyebab obesitas.

"Perubahan zaman dengan transportasi yang semakin mudah diakses, makanan olahan yang semakin menjamur, aktivitas fisik yang semakin rendah, semakin memengaruhi kenaikan berat badan dan ini yang membuat kasus obesitas semakin banyak ditemukan di seluruh dunia," terang laporan WHO.

Lantas, upaya apa yang bisa dilakukan untuk mencegah obesitas?

WHO menyarankan agar setiap orang mengonsumsi makanan yang sehat, karena itu terbukti dapat membantu mencegah obesitas. Bentuk nyata dari mencegah obesitas yang bisa dilakukan semua orang adalah:

- Jaga berat badan yang sehat, kalau sudah terlalu jauh naiknya atur kembali untuk diturunkan.

- Batasi asupan lemak total dan alihkan konsumsi lemak dari lemak jenuh ke lemak tak jenuh.

- Perbanyak konsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

- Batasi asupan gula dan garam harian.

Aktivitas fisik juga perlu ditingkatkan. Lakukan aktivitas fisik secara teratur, karena itu membantu menjaga kesehatan tubuh.

"Bergeraklah setidaknya 150 menit secara rutin dengan intensitas sedang per minggu. Ini mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker usus besar, dan kanker payudara yang dikaitkan dengan obesitas," ungkap WHO.

"Aktivitas fisik juga mengontrol berat badan. Tak hanya itu, olahraga dengan fokus di otot dan keseimbangan dapat mengurangi Anda mudah jatuh dan meningkatkan mobilitas pada lansia," tambah WHO.

1
2