Share

5 Jenis Minyak Goreng Ini Tidak Sesehat yang Anda Bayangkan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 22 Maret 2022 08:05 WIB
$detail['images_title']
Minyak Goreng Jagung (Foto: Healthline)

MINYAK goreng untuk memasak atau cooking oil merupakan salah satu kebutuhan esensial rumah tangga. Meski merupakan kebutuhan sehari-hari yang penting, sebagian besar masyarakat mungkin masih belum memahami tipe minyak yang ternyata berdampak buruk bagi kesehatan.

Para pakar kesehatan, Trista K. Best, ahli diet tersertifikasi, ahli gizi Jay Cowin dan Michael Garrico, menyebut ada beberapa jenis minyak yang disebut sebagai minyak goreng terburuk bagi kesehatan. Mewarta Fox News, Selasa (22/3/2022) berikut ulasan singkat lima jenis minyak goreng terburuk bagi kesehatan.

1. Minyak jagung

minyak goreng jagung

Corn oil disebutkan mengakibatkan ketidakseimbangan antara asam lemak Omega-3 dan Omega-6 ini adalah minyak jagung. Minyak jagung di pasaran memang dijual dengan harga terjangkau, makanya menjadi pilihan banyak orang sebagai minyak goreng di rumah untuk sehari-hari. Jay Cowin menegaskan, minyak jagung nyatanya tidak sesehat yang dipikirkan orang awam, sebab penuh dengan asam lemak tak jenuh ganda seperti Omega-6 yang bisa memicu peradangan dan kerusakan hati.

BACA JUGA : Tips Goreng Ikan yang Hemat Minyak Goreng Modalnya Cuma Daun Pisang

2. Minyak kedelai

Minyak kedelai masuk sebagai salah satu tipe minyak goreng yang konsumsinya harus dibatasi. Jay menyebutkan, sebagai minyak nabati, soybean oil sangat halus yang melibatkan banyak bahan kimia. “Berarti melalui proses ekstensif yang melibatkan banyak bahan kimia untuk mengekstraknya dari jagung dan membuatnya menjadi minyak,” kata Jay. Proses produksi inilah yang membuat minyak kedelai lebih rentan teroksidasi, ketika di dalam tubuh banyak senyawa teroksidasi maka meningkat pula risiko terkena berbagai penyakit, contohnya jantung, diabetes tipe 2 hingga sindrom metabolik.

BACA JJGA : Plus Minus Gantikan Minyak Goreng dengan Air Fryer, Benarkah Lebih Sehat?

3. Minyak biji bunga matahari

Minyak satu ini diketahui mengandung asam lemak Omega-6 tingkat tinggi. Merujuk pada studi penelitian yang dipublikasikan pada jurnal Healthcare tahun2017, sinilai sebagai tipe minyak yang tidak sehat karena asam lemak inilah yang bisa memicu terjadinya peradangan di dalam tubuh dan akhirnya dapat menyebabkan masalah kesehatan berkelanjutan seperti jantung dan kanker. Selain itu, penelitian tahun 2017 di Chemical Research in Toxicology, minyak bunga matahari disebutkan bisa menghasilkan tingkat aldehid yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak goreng nabati lainnya ketika terkena suhu panas. Aldehid ini adalah zat beracun yang bisa membuat seseorang rentan terhadap berbagai risiko kesehatan.

4. Minyak kelapa

Minyak Kelapa

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada Januari 2020, minyak kelapa bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL yang berdampak negatif pada kesehatan organ jantung. Minyak kelapa tinggi akan kandungan asam lemak menengah, yang mana lebih sulit diubah tubuh dan akhirnya menjadi lipid yang disimpan.

5. Minyak kelapa sawit

Ahli gizi Michael Garrico merekomendasikan untuk tak lagi menggunakan minyak kelapa sawit (palm oil) sebagai minyak goreng di rumah, mengingat jumah lemak jenuh dan tak jenuh di dalamnya. “Menurut penelitian, minyak sawit memiliki jumlah lemak jenuh dan tak jenuh yang hampir sama. Tak hanya itu, minyak kelapa sawit juga terkait dengan perusakan hutan,” pungkasnya.

1
2