Share

Sering Konsumsi Suplemen Vitamin D Ternyata Harus Rajin Periksa Darah, Kenapa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 15:31 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vitamin D. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI Covid-19 membuat masyarakat menyadari pentingnya akan kecukupan vitamin D. Mengingat seperti halnya vitamin C, vitamin D punya peran penting dalam peningkatan imunitas tubuh untuk melawan infeksi termasuk infeksi Covid-19.

Asupan vitamin D bisa didapat secara alami dengan paparan sinar matahari atau dibantu konsumsi suplemen vitamin D. Jika dilihat dalam label vitamin D, biasanya tertera disarankan untuk memeriksakan kadar vitamin D di dalam darah.

Dijelaskan dokter ahli spesialis gizi klinik, dr. Yohan Samudra, Sp.GK hal ini berfungsi agar setiap orang bisa mengetahui takaran kebutuhan vitamin D yang sesuai.

“Dengan mengetahui kadar vitamin D di dalam darah, dosis suplementasi vitamin D yang diberikan bisa lebih tepat sesuai kebutuhan individu," ujar dr. Yohan, saat dihubungi MNC Portal Indonesia baru-baru ini.

Vitamin D

Dia menambahkan, konsumsi suplemen seperti vitamin D tujuannya bisa berbeda-beda pada setiap orang. Bisa sebagai menjaga atau bisa juga bersifat sebagai terapeutik.

“Pemberian suplementasi vitamin D bisa sebagai maintenance dose atau therapeutic dose. Jika kadar vitamin D di dalam darah 21-19 ng/ml (insufisiensi/berpotensi kekurangan) atau bahkan kurang dari 20 ng/ml (defisiensi/kekurangan), dosis suplementasi vitamin D yang diberikan bisa jauh lebih tinggi daripada yang ada pada angka kecukupan gizi,” lanjutnya.

Lalu berapa takaran kebutuhan asupan vitamin D bagi orang dewasa normal per harinya? Well, jika mengacu pada pedoman Angka Kecukupan Gizi dari Kementerian Kesehatan, setiap hari orang dewasa disebutkan butuh asupan 600 IU (15 mcg) vitamin D.

Tapi ditegaskan dr. Yohan, angka kebutuhan ini bisa lebih tinggi untuk orang yang sudah lanjut usia. “Kebutuhan vitamin D meningkat pada populasi lansia yaitu sekitar 20 mcg atau 800 IU per hari. Namun, ini kebutuhan untuk orang yang kadar vitamin D nya cukup di dalam darah,” pungkasnya.

(mrt)