Share

Sebut Delmicron Bukan Virus Baru, Menkes: Tak Mengkhawatirkan

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 19 Maret 2022 10:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

GABUNGAN varian Delta dan Omicron (Deltacron) memang menjadi salah satu varian yang sempat menmgkhawatirkan. Pasalnya, dua varian tersebut menggabungkan varian Delta yang paling mematikan dan varian Omicron yang paling menular. Tapi selain varian Deltacron tersebut, ada juga kondisi ketika seseorang terpapar dua varian yakni Delmicron.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan delmicron masih bagian dari Covid-19, alias bukan virus baru. Melainkan seseorang yang terinfeksi dua varian Covid-19 secara bersamaan.

"Jadi kalau melihat gejalanya, seperti Lambda, jadi tidak mengkhawatirkan seperti dibayangkan sebelumnya," ujar Menkes Budi dalam konferensi pers di YouTube Kemenkes.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa kasus Delmicron pertama kali ditemukan di Eropa, dan baru ditemukan beberapa kasus. Lalu Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan Delmicron sebagai variant under monitoring.

"Variant under monitoring itu belum dipastikan transmisinya, apakah lebih cepat atau tidak, lebih parah atau tidak, belum bisa dipastikan," jelasnya.

Dia menambahkan, kondisi Delmicron sangat berbeda seperti yang terjadi pada varian Omicron, di mana dalam waktu dua minggu oleh WHO ditetapkan sebagai variant of concern.

Sedangkan, varian Lambda awalnya terdeteksi di Peru pada Agustus 2020. Kemudian, WHO memasukannya dalam variant of interest yang lebih menular dan lebih menyebabkan gejala parah.

Follow Berita Okezone di Google News

(mrt)