Share

Vaksin Masih Bisa Lindungi dari Berbagai Varian Covid-19

Kevi Laras, Jurnalis · Jum'at 18 Maret 2022 10:56 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19 melindungi dari berbagai varian corona (Foto: Novie)

PANDEMI Covid-19 telah berlangsung kurang lebih dua tahun, saat ini virusnya pun melahirkan berbagai varian. Dalam melindungi masyarakat Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak masyarakat agar segera melengkapi vaksinasi dan menambahkan booster.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia mengatakan, jenis vaksin apa pun masih dianggap efektif melindungi seseorang dari virus Covid-19. Ia juga menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan menjadi salah indikator wajib melindungi diri.

 Vaksinasi Covid-19

"Vaksin Covid-19 jenis apapun yang saat ini kita gunakan masih efektif untuk mempertahankan diri dari virus Covid-19, termasuk sub varian Omicron BA.1 maupun BA.2. Kuncinya kita harus lengkapi vaksinasi dua dosis, serta perlu menambah dosis ke 3 atau booster untuk menambah pertahanan kita dari sub varian Omicron ini," kata dr. Siti Nadia.

Di samping itu, dunia tengah digemparkan dengan varian baru yaitu Deltacron. Dia menegaskan belum masuk ke Indonesia. Sedangkan, kasus aktif Covid-19 kembali tercatat turun dari 312.958 (14/3) menjadi 299.443. Penurunan ini diikuti juga oleh penurunan angka keterisian rumah sakit nasional menjadi 19% dari 21% di hari sebelumnya (14/3).

"Hingga saat ini, pemerintah belum mendeteksi kasus varian Deltacron di Indonesia dan kita terus akan memantau," jelasnya

Terkait isu peralihan status pandemi, dr. Nadia menambahkan Indonesia belum dapat mengumumkan status endemi karena sejumlah indikator yang belum memenuhi kriteria. Di mana capaian vaksinasi 70 persen menjadi salah satu syarat, jika ingin beralih ke endemi.

BACA JUGA:Gara-Gara Perang dengan Ukraina, WHO Tunda Vaksin Sputnik V Milik Rusia

 

“Perlu diketahui bahwa untuk mencapai status endemi Covid-19 diperlukan beberapa indikator, seperti positivity rate di bawah 5%, angka keterisian rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR) di bawah 5%, laju transmisi (Rt) di bawah angka 1, dan vaksinasi 2 dosis lebih dari 70% dari total populasi. Semua indikator ini harus dipenuhi secara konsisten selama enam bulan,” kata dr Nadia.

Follow Berita Okezone di Google News

(DRM)