Share

Mengukur Kebutuhan Protein pada Pasien Penyakit Ginjal, Dikurangi atau Malah Ditambah?

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 17:32 WIB
$detail['images_title']
Penyakit Ginjal. (Foto: Freepik)

NUTRISI pada pasien gangguan ginjal penting diperhatikan. Karena ginjal merupakan salah satu organ yang penting di dalam tubuh kita.

Medical General Manager Kalbe dr Dedyanto Henky Saputra, M.Gizi, AIFO-K menjelaskan, fungsi ginjal bukan cuma membuang air yang tidak dibutuhkan lagi lewat urin, tapi membuang zat-zat lain seperti kelebihan elektrolit, sisa-sisa metabolisme dari makanan atau obat, mengatur tekanan darah, memproduksi sel darah merah, serta mengaktivasi vitamin D untuk penyerapan kalsium agar dapat menjaga kesehatan tulang.

“Ginjal erat kita dengar untuk memproduksi air seni atau urin, tapi produksi ginjal tidak terbatas hanya untuk membuang urin saja, tapi juga pada regulasi ginjal dan produksi atau aktivasi,” ujarnya dalam live Instagram @KalbeGroup.

Ginjal yang tidak sehat, tambahnya, akan memicu banyak penyakit. Deretan penyakit yang bisa kena ke ginjal yaitu batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga gangguan ginjal kronik.

Saat mengalami gangguan ginjal kronik, pasien akan mengalami banyak masalah. Gejala yang paling mengganggu yaitu mual.

"Mual terjadi saat racun-racun yang seharusnya dibuang tadi, tidak dapat kita keluarkan dan menumpuk di saluran darah dan bahkan di rongga mulut," terangnya.

Akibatnya, pasien ginjal juga menjadi tidak nafsu makan. Karena racun berbau tadi yang seharusnya dibuang, tapi bisa juga terjadi akibat stres karena pembatasan makanan yang ekstrem.

"Lama-lama berat badan menurun sehingga terjadi malnutrisi,” jelasnya.

dr Dedyanto menambahkan, asupan protein pada pasien ginjal ini perlu dirutinkan. Hal ini dilakukan agar mempertahankan fungsi ginjalnya, supaya tidak cepat jatuh ke dalam stadium cuci darah.

Tapi dinilai dr Dedyanto pasien ginjal itu unik. Mereka tidak bisa diberikan suplemen sembarangan dan susu sembarangan.

"Karena nanti proteinnya tinggi untuk pasien pre-dialisis atau sebaliknya untuk pasien dialisis. Jadi pilihlah suplemen nutrisi yang disesuaikan dengan penyakit ginjalnya.” tambahnya.

Dijelaskan Perwakilan Medikal Nutrience Kalbe, Airin Levina, SGz, ada perbedaan kebutuhan protein pada pasien penyakit ginjal yang dapat dilihat dari stadium dialisis dan pre-dialisis.

"Mereka yang merupakan pasien penyakit ginjal pre-dialisis merupakan pasien yang membutuhkan diet protein. Sedangkan mereka yang merupakan pasien penyakit ginjal dialisis merupakan pasien yang membutuhkan protein yang tinggi," terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut, bedanya dengan susu biasa adalah komposisinya.

"Jika susu biasa kandungan protein untuk satu sajian sekira 9-10 gram, satu sajian mengandung 12 gram protein yaitu diperuntukkan untuk pasien ginjal dialisis,” papar Airin.

1
2