Share

Menuju Endemi, Berikut Ini Berbagai Indikator yang Harus Dipenuhi

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 17 Maret 2022 11:56 WIB
$detail['images_title']
Menanti endemi Covid-19 (Foto: Oddity central)

SAAT ini masyarakat sedang menanti peralihan status Indonesia dari pandemi ke endemi. Namun Kementerian kesehatan (Kemenkes) mengatakan, untuk memutuskan perlalihan tersebut membutuhkan waktu.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menegaskan pemerintah tidak mau terburu-buru untuk menyatakan transisi memasuki endemi. Sebab proses transisi menuju normalisasi endemi, bukan berarti kasus Covid-19 tidak ada tapi tetap kasus akan ada.

 Siti Nadia

"Untuk menghilangkan sebuah penyakit itu membutuhkan waktu yang lebih panjang, tentunya kita harus bersiap untuk terus berdampingan dengan Covid-19,” ujar dr. Nadia dalam laman resmi Kemenkes, Kamis (17/3/2022).

Dalam penjelasannya, perlalihan dari pandemi ke endemi harus memenuhi beberapa indikator yaitu laju penularan harus kurang dari 1, angka positivity rate harus kurang dari 5%, kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5%, angka fatality rate harus kurang dari 3%, dan level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1.

Kondisi tersebut harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan. Dia mengatakan, perihal transisi atau perlalihan menuju endemi masih dibahas oleh pemerintah bersama dengan para ahli untuk menentukan indikator yang terbaik.

"Hal yang paling penting pada saat endemi, walaupun kasusnya ada, dia tidak akan mengganggu kehidupan kita seperti saat ini, di mana hampir aktivitas kehidupan kita, kehidupan sosial, kehidupan beragama, pariwisata ini tidak terganggu dengan adanya kasus Covid-19,” jelas dr. Nadia.

Perlu diketahui, sejumlah pelonggaran aturan telah diputuskan, seperti menghapuskan antigen dan PCR sebagai syarat melakukan perjalanan domestik menggunakan transportasi laut, darat maupun udara bagi masyarakat yang sudah vaksin hingga dosis ke-2.

 BACA JUGA: Covid-19 Disebut Tak Lebih Mematikan daripada Influenza

Pemerintah juga menurunkan jangka waktu karantina bagi masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri, dari yang sebelumnya karantina 14 hari menjadi 7 hari, kemudian 3 hari, hingga saat ini menjadi 1 hari.

(DRM)