Share

Minyak Goreng Langka, Bolehkan Dipakai Berulang Kali?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 16 Maret 2022 15:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Minyak Goreng. (Foto: Shutterstock)

DI tengah mahalnya harga minyak goreng, banyak orng yang memutuskan untuk menggunakan minyak goreng untuk memasak lebih dari satu kali. Kebiasaan ini pun bukan kebiasaan baru dan sudah terjadi sejak lama di masyarakat.

Tapi, bolehkah minyak goreng bekas tersebut dipakai berulang kali untuk menggoreng? Jika dilihat dari segi kesehatan, minyak goreng bersifat satu kali pakai alias tidak boleh dipakai dipanaskan berulang-ulang kali.

Menurut penelitian, pemanasan ulang minyak goreng menyebabkan pelepasan zat beracun dan juga meningkatkan radikal bebas dalam tubuh yang menyebabkan peradangan dan berbagai penyakit kronis.

Mengutip Hindustantimes, dalam pedoman FSSAI (Food Safety and Standards Authority of India) disebutkan pemanasan ulang harus dihindari. Kika keadaannya darurat dan terpaksa minyak harus dipakai berulang kali, hanya boleh maksimal tiga kali untuk menghindari pembentukan lemak trans.

Senada dengan studi penelitian di atas, ahli gizi Dr. Anju Sood, dengan tegas melarang pemakaian minyak goreng berulang kali, karena memang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

“Minyak goreng tidak boleh digunakan kembali karena menjadi tengik dan meningkatkan asam lemak trans yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Minyak dipakai berulang kali, bisa menciptakan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh dalam jangka panjang. Radikal bebas ini dapat bersifat karsinogenik, yang bisa merugikan tubuh,” kata Dr. Anju, seperti dikutip dari NDTV, Rabu (16/3/2022).

Tidak hanya itu, menggunakan minyak goreng berulang kali juga berhubungan dengan meningkatnya level kolesterol jahat di dalam tubuh. Jika terlalu sering dilakukan maka pada akhirnya akan menyumbat arteri.

"Beberapa bahaya kesehatan lainnya termasuk keasaman, iritasi tenggorokan dan penyakit jantung. Hindari memanaskan kembali minyak yang dingin karena memiliki titik asap rendah. Minyak nabati seperti minyak mustard, minyak rice bran, minyak canola digunakan sekali saja,” tambah Dr. Anju.

Follow Berita Okezone di Google News

Hal yang sama dijelaskan Dr. Anju, Dr. Soumyadeep Mukhopadhyay, ia menyebutkan ada beberapa efek negatif bagi kesehatan dari pemakaian minyak goreng lebih dari satu kali siklus menggoreng. Pertama, kebiasaan buruk ini bisa membuat pelepasan zat beracun, minyak yang dipanaskan hingga suhu tinggi melepaskan asap beracun.

Setiap kali minyak dipanaskan, maka molekul lemaknya terurai sedikit. Ketika ini terjadi, zat-zat yang tidak sehat dilepaskan ke udara dan masuk ke dalam makanan yang sedang dimasak.

Selanjutnya, re-using minyak goreng bisa meningkatkan level kolesterol, karena pada suhu tinggi, beberapa lemak dalam minyak berubah menjadi lemak trans. Lemak trans yang mana adalah lemak berbahaya inilah meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika minyak digunakan kembali, jumlah lemak trans jadi meningkat.

Terakhir, menggunakan minyak goreng bekas berulang kali juga bisa meningkatkan tekanan darah. Kelembaban yang ada di makanan, oksigen atmosfer, suhu tinggi menghasilkan reaksi seperti hidrolisis, oksidasi dan polimerisasi.

Reaksi-reaksi ini mengubah dan memodifikasi komposisi kimia minyak goreng bekas, melepaskan asam lemak bebas, dan radikal yang menghasilkan monogliserida, digliserida, dan trigliserida. Senyawa beracun yang terbentuk setelah penggorengan berulang inilah, yang bisa menyebabkan deposisi lipid, stres oksidatif, hipertensi, hingga aterosklerosis.

1
2