Share

Tips Sembuhkan Asam Lambung, Kuncinya Jangan Stres

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 15 Maret 2022 23:03 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Asam Lambung. (Foto: Shutterstock)

STRES memang bisa menyebabkan penyakit maag seseorang kambuh. Penyakit maag pun bisa terjadi karena produksi asam lambung dan reaksi inflamasi yang berlebihan telah melukai dinding lambung seseorang.

Jika tidak diatasi dengan cepat, maka penyakit asam lambung tersebut bisa menjadi GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi asam lambung naik sampai ke kerongkongan (re-flux) dipicu otot tenggorokan yang tidak berfungsi baik dan melukai kerongkongan.

Tapi, apakah pernyataan itu benar bahwa masalah asam lambung tidak akan pernah bisa disembuhkan? Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Davis Smith, MD, menjelaskan bahwa penyakit asam lambung itu bisa disembuhkan.

"Kasus refluks asam yang biasa dikenal dengan penyakit refluks gastroespfagel atau GERD dapat disembuhkan," katanya dikutip MNC Portal dari laman Campus Well.

Asam Lambung

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam menyembuhkan penyakit ini adalah gejala yang terjadi, dan juga membenahi penyebab utama pasien mengalami masalah asam lambung.

Kebanyakan orang mengalami penyakit asam lambung, disertai dengan gejala seperti rasa asam yang terasa di tenggorokan atau juga batuk yang mengganggu. Pada beberapa kasus gejalanya bisa berupa nyeri dada yang sangat parah hingga menyebabkan angina.

"Gejala akan lebih buruk jika pasien berbaring, karena asam tertahan di perut. Gejala juga makin buruk jika pasien mengonsumsi kopi atau alkohol saat gejala terjadi," terang dr Smith.

Pada proses penanganan kasus, dr Smith menjelaskan fokus ada pada penurunan kadar asam lambung itu sendiri. Biasanya dokter akan meresepkan obat yang disebut 'proton pump inhibitors'. Obat jenis tersebut sangat efektif mengendalikan gejala refluks aman terutama pada pasien muda.

"Dengan berfokus pada penanganan penurunan kadar asam lambung, ini juga bisa mendukung penyembuhan lapisan perut atau sfingter yang meradang karena luka akibat peningkatan asam lambung," kata dr Smith.

"Pemberian obat di awal biasanya dihajar dosis tinggi, kemudian kondisi kesehatan dipantau. Jika terus membaik maka kadar obat diturunkan berjangka. Tentu ini sesuai dengan hasil evaluasi dokter Anda," tambahnya.

Dokter Smith juga meminta kepada pasien asam lambung untuk tidak hanya mengandalkan obat dari dokter, tetapi juga memperbaiki gaya hidup dan kontrol stres. Dia pun memberikan tips agar penyakit asam lambung tidak lagi kambuh.

"Manajemen stres yang baik, modifikasi diet yang lebih sehat dan seimbang, serta konsumsi obat sesuai anjuran dokter dapat membantu mempercepat kesembuhan," terangnya.

1
2