Share

Siapkah Indonesia Beralih dari Pandemi ke Endemi? Kemenkes Beri Penjelasan

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 12 Maret 2022 19:01 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Dok Okezone)

PENANGANAN kasus covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Ini membuat banyak orang berharap status pandemi bisa beralih ke endemi atau menyudahinya.

Melihat hal tersebut, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan tidak bisa langsung situasi pandemi beralih ke endemi.

Baca juga: Waspada! WHO Umumkan Muncul Varian Baru Covid-19 Bernama Deltacron 

Menurut dia, harus ada proses yang dilalui Indonesia sebelum memasuki status endemi. Dengan mengupayakan mengendalikan dan menekan laju kasus covid-19, seperti mengoptimalkan vaksinasi.

"Tentunya kita harus masuki tahap awal ini adalah bagaimana kita melakukan pengendalian dulu. Kita akan menekan terus penularan kurun waktu yang cukup lama atau rentan waktu tertentu," kata dr Siti Nadia Tarmizi dalam webinar Trijaya FM, Sabtu (12/3/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa capaian vaksinasi minimal harus 70 persen secara nasional. Dia menegaskan normalisasi kehidupan dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Luhut Bongkar Rahasia Sehatnya di Usia 75 Tahun, Deddy Corbuzier pun Tercengang 

Menurut dr Siti Nadia sangat mungkin muncul eskalasi laju penularan setelah adanya pelonggaran kebijakan terkait covid-19. Namun, dia menegaskan peralihan itu memerhatikan situasi terkait kesehatan maupun lainnya.

"Sangat memungkinkan kita melihat dari eskalasi laju penularan dari pelonggaran-pelonggaran dapat membebankan faskes atau pelayanan kesehatan. Kita akan melakukan pengetatan atas mobilitas," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, dr Siti Nadia mengatakan kalau capaian vaksinasi menjadi hal penting dalam mengendalikan covid-19. Bukan hanya vaksin primer lengkap (dosis 1 dan 2), tetapi juga vaksin booster (dosis 3) menjadi penting jika ingin menyudahi covid-19.

"Ini akan menjadi kewaspadaan terkait varian baru. Kita tahu akan berpotensi untuk terjadinya peningkatan kasus, makanya bukan hanya vaksin primer yang kita kerjar tapi vaksin booster juga menjadi PR bila kita inginkan selesaikan pandemi ini," pungkasnya.

Baca juga: Mengenal Deltacron, Varian Baru Covid-19 Kombinasi Delta dan Omicron 

Baca juga: Varian Baru Deltacron Sudah Masuk Indonesia? Ini Kata Kemenkes 

1
2