Share

Berbahayakah Makan Daging Sapi yang Terjangkit Virus Lumpy Skin?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 11 Maret 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Daging Sapi (Foto: Healthline)

PENYAKIT menular pada hewan, Lumpy Skin Disease (LSD), kini tengah merebak di Pulau Sumatera. Ini menjadi kasus pertama yang dilaporkan di Indonesia.

Hewan ternak seperti sapi dan kerbau menjadi incaran virus penyebab penyakit. Karena itu, dimohon kepada para pemilik hewan ternak untuk mengecek kesehatan hewan ternak dan segera melakukan intervensi penanganan jika diduga ada hewan ternak yang terinfeksi.

Gejala penyakit LSD adalah munculnya nodul berukuran 1-7 cm yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor, dan ambing. Pada kasus berat, nodul atau benjolan yang muncul ditemukan hampir di seluruh bagian tubuh hewan ternak.

Sapi Lumpy Skin

Munculnya benjolan ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40,5 derajat celcius. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif.

Tanda klinis lainnya yaitu badan ternak lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki. Menjadi pertanyaan sekarang, apakah aman daging sapi yang terkontaminasi LSD dimakan manusia?

BACA JUGA : Apa Itu Penyakit Lumpy Skin yang Serang Sapi dan Kerbau di Indonesia?

Dokter Hewan drh Aisyah Purnomosari menjelaskan bahwa memakan daging sapi yang terduga LSD tidak masalah, alias tidak menyebabkan masalah kesehatan pada manusia.

"Virus yang ada di daging sapi akan inaktif atau mati pada pemanasan suhu 65 derajat celcius selama 30 menit," kata drh Ais pada MNC Portal, Selasa (8/3/2022).

Daging Sapi

Jadi, dengan pemasakan daging yang tepat dan dengan api panas, dipastikan virus dalam daging sapi yang terkontaminasi LSD akan mati.

BACA JUGA : Gawat! Sapi dan Kerbau di Indonesia Terserang Penyakit Lumpy Skin Jelang Ramadhan

Namun, dijelaskan Dokter Hewan drh Laras Weningtyas, daging sapi yang terkontaminasi LSD sangat tak layak dimakan dan karena itu tidak disarankan dikonsumsi masyarakat.

"Makan daging sapi yang terpapar LSD tidak menimbulkan efek samping pada manusia ataupun virus akan masuk ke tubuh manusia. Tapi, sebaiknya tidak konsumsi daging sapi yang sakit, termasuk penyakit LSD ini," saran drh Laras.

Meski tak berbahaya jika diolah dengan suhu panas, tapi konsumsi daging sapi tidak sehat bukan sesuatu yang layak dicoba. Karena itu, diharapkan juga untuk para penjual daging untuk tidak menjual daging dari sapi yang sakit.

Untuk masyarakat, perlu diketahui juga bahwa pada daging sapi yang terpapar virus lumpy skin, tidak ada gejala yang terlihat pada daging. Ini mesti menjadi perhatian bersama agar tidak asal membeli daging sapi dan untuk penjual diharapkan sekali untuk tidak menjual daging sapi yang terinfeksi lumpy skin.

"Gejala klinis yang terlihat pada sapi atau kerbau yang terjangkit penyakit Lumpy Skin Disease hanya terlihat adanya nodul-nodul pada kulit di area tubuhnya. Kemudian jika hewan yang terinfeksi virus tersebut disembelih, maka akan terlihat juga adanya lesio nekrosa pada bagian saluran pencernaan dan saluran pernafasannya. Kalau pada daging tidak akan terlihat gejala apa-apa," tambah drh Laras.

Dokter hewan Ais menambahkan sedikit bahwa penting bagi masyarakat agar berhati-hati membeli daging. "Sebaiknya membeli daging yang pemotongannya dilakukan di rumah potong hewan yang mana dalam pemotongannya diawasi dokter hewan," saran drh Ais.

Ini menjadi penting, karena dengan adanya pengawasan dokter hewan, dipastikan daging yang siap diedarkan dan dikonsumsi adalah daging yang sehat dan layak dikonsumsi.

1
2