Share

Pfizer Luncurkan Uji Klinis Pil Antivirus Covid-19 untuk Anak

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 14:05 WIB
$detail['images_title']
Obat Covid-19 untuk anak (Foto: ABC news)

PERUSAHAAN farmasi asal Amerika, Pfizer telah mengajukan uji klinis untuk pil antivirus Covid-19 untuk anak. Pil tersebut bernama Paxlovid disahkan pada Desember 2020 oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS untuk penggunaan darurat pada pasien berusia 12 tahun ke atas.

Anak-anak memiliki gejala ringan hingga sedang dan berisiko tinggi terkena penyakit parah. Dalam uji coba yang berencana mendaftarkan 140 anak, antara usia 6 dan 17 tahun yang akan dibagi menjadi dua kelompok.

 anak terinfeksi Covid-19

"Sejak awal pandemi, lebih dari 11 juta anak di bawah usia 18 tahun di Amerika Serikat saja telah dinyatakan positif Covid-19, mewakili hampir 18% dari kasus yang dilaporkan dan menyebabkan lebih dari 100.000 perawatan di rumah sakit," ujar Mikael Dolsten, Kepala Petugas Ilmiah dan Ketua Penelitian, Pengembangan, dan Medis Pfizer, dilansir dari ABC News,Kamis (10/3/2022).

Pelaksanaannya, satu kelompok memiliki berat antara 44 dan 88 pon dan kelompok lain akan memiliki berat lebih dari 88 pon. Bagi mereka beratnya lebih dari 88 pon akan diberikan dosis yang saat ini diizinkan untuk remaja dan orang dewasa, sedangkan kelompok beratnya kurang akan diberikan dosis yang lebih kecil.

"Ada kebutuhan signifikan tidak terpenuhi untuk perawatan rawat jalan yang dapat dilakukan oleh anak-anak dan remaja membantu mencegah perkembangan penyakit parah, termasuk rawat inap atau kematian," jelas Dolsten.

Obat antivirus paxlovid diberikan dalam bentuk tiga pil dua kali sehari selama lima hari. Data uji klinis menunjukkan pil tersebut mengurangi risiko rawat inap dan kematian pasien Covid-19 sebesar 89% dalam tiga hari.

 BACA JUGA:Tanda Bahaya saat Anak Terkena Covid-19, Baca Ya Bun!

Menurut clinicaltrials.gov , uji coba pediatrik memiliki tiga lokasi termasuk Mississippi, Carolina Selatan, dan Texas. Anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak akan dimasukkan dalam penelitian tetapi Pfizer menegaskan penelitian sedang berlangsung untuk menentukan dosis terbaik untuk anak.

(DRM)