Share

6 Penyakit yang Bisa Terjadi ketika Anak Diabetes

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 05 Maret 2022 19:06 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anak Obesitas. (Foto: Shutterstock)

ANAK yang bertubuh gempal mungkin dianggap gemas dan lucu. Tapi hati-hati loh, bisa jadi anak-anak yang bertubuh gempal dan bulat memiliki tanda-tanda awal obesitas.

Obesitas sendiri bisa terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan keluaran energi, sehingga terjadi kelebihan energi yang selanjutnya disimpan dalam bentuk jaringan lemak.

Perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Winra Pratita menerangkan gejala klinis yang bisa dikenali pada anak obesitas, antara lain wajah membulat, pipi tembem, dagu rangkap, pada leher tampak pendek, terdapat acanthosis nigricans (bercak kehitaman di belakang leher), dadanya terlihat membusung dengan payudara membesar dan napas berbunyi (mengi).

Anak Obesitas

Lalu, pada perut terlihat membuncit disertai dinding perut yang berlipat-lipat. Obesitas pada anak bisa menyebabkan komplikasi mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki. Di mana sang anak kemungkinan cepat depresi, dan percaya diri rendah akibat obesitas.

โ€œYang harus diperhatikan, orangtua tidak boleh membatasi jumlah makan tapi memastikan bahwa makanan yang tersedia sehat serta disertai buah dan sayuran. Makanan selingan hanya diberikan sebanyak 2 kali dan hanya menawarkan air putih bila haus bukan minuman manis,โ€ ucap dr. Winra dikutip dalam laman resmi Kemenkes, Sabtu (5/3/2022)

Namun untuk pemeriksaan lebih tepatnya diperlukan pemeriksaan antropometri mencakup berat badan, panjang badan atau tinggi badan indeks massa tubuh. Berikut penyakit kemungkinan dapat timbul akibat obesitas pada anak;

1. Anak kemungkinan bisa mengalami asma atau sleep apnea pada saat tidur. Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan seseorang berhenti sementara selama beberapa kali/mengorok saat tidur.

2. Bisa terjadi kelainan jantung, atau kolesterol tinggi.

3. Bisa juga peningkatan tekanan darah. Pada bagian hati terjadi perlemakan, dan pada perut anak bisa mengalami gerd.

4. Pada pankreas bisa beresiko diabetes tipe 2. Pada lutut bisa terjadi artritis atau nyeri pada sendi.

5. Alat reproduksi tampak kecil, hal tersebut disampaikan oleh dokter anak Indonesia, sebab obesitas membuat pergerakan terbatas.

โ€œPada ekstremitas sering juga tungkai berbentuk X akibat kenaikan berat badan yang sangat berlebihan dalam waktu yang singkat. Kemudian gerakan panggul terbatas, dan pada sistem reproduksi laki-laki penis tampak kecil,โ€ ucap dr. Winra.

6. Menstruasi pada anak tidak teratur.

"Tak hanya itu, bagian reproduksinya biasanya kalau anak perempuan bisa jadi menstruasinya tidak teratur atau mungkin lebih cepat daripada kawan-kawannya. Itu yang harus kita hindari,โ€ tutur dr. Winra.

1
2