Share

Pria Ini Meninggal Mendadak Usai Konsumsi Kafein Setara 100 Gelas Kopi

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
Pria meninggal mendadak usai konsumsi kafein setara 100 gelas kopi (Foto: Timesofindia)

SEORANG pria meninggal mendadak usai konsumsi minuman yang setara dengan 100 gelas kopi. Padahal, kondisi pria Wales yang berprofesi sebagai personal trainer tersebut sehat. 

Dari laporan North Wales Live, pria yang diketahui bernama Thomas Mansfield dari Colwyn Bay tersebut meninggal pada 5 Januari lalu setelah tak sengaja salah menghitung jumlah bubuk kafein dalam minuman yang ia konsumsi sebelum berolahraga.

Pria Meninggal Mendadak

Pria 29 tahun yang juga bekerja sebagai penjaga keamanan ini diketahui memesan sebungkus bubuk kafein dari perusahaan suplemen olahraga. Tidak lama setelah paket pesanannya datang, Thomas langsung membuat minuman dengan menggunakan timbangan digital dengan berat awal 2 gram untuk mengukur bubuk kafein tersebut.

Padahal sesuai dengan anjuran yang tertera pada kemasan, bubuk suplemen itu hanya boleh dikonsumsi antara 60 hingga maksimal 300 miligram per hari.

BACA JUGA : Kenali Efek Samping dan Manfaat Kafein, Apa Saja Ya?

Kopi Hitam

Ini artinya, Thomas meminum kafein berkali-kali lebih banyak, tepatnya hingga 2000 miligram dari jumlah maksimum yang direkomendasikan untuk satu porsi harian. Setara dengan ratusan cangkir kopi yang mengakibatkan dirinya mengalami kondisi yang disebut toksisitas kafein (keracunan kafein).

BACA JUGA : 7 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, Malah Bikin Insomnia?

Istri Thomas, Suzannah Mansfield, mengatakan mendiang suaminya adalah orang yang sangat sehat jarang minum kopi lebih dari dua cangkir per hari. Setelah meminum suplemen, Suzannah menyebut suaminya mulai memegangi dadanya dan berbaring di sofa. Saat melihat keluar busa dari mulut suaminya, Suzannah berlari keluar rumah untuk mencari bantuan dari tetangga.

Sampai akhinya petugas darurat tiba di tempat kejadian dan menemukan Thomas sudah mengalami serangan jantung dan memiliki irama jantung yang sangat tidak normal. Ayah dua orang anak tersebut, sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat tapi keadaannya tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 4 sore pada 5 Januari 2022 waktu setempat.

(hel)