Share

Peneliti Mulai Pelajari Seks yang Aman di Luar Angkasa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 04 Maret 2022 09:51 WIB
$detail['images_title']
Peneliti pelajari seks aman di luar angkasa (Foto: Nypost)

PARA peneliti saat ini tengah mempelajari bagaimana seks di luar angkasa sejalan dengan semakin banyak orang yang tertarik mendatangi planet Mars. Menurut peneliti, itu hal yang penting diketahui jika memang ingin pindah ke Mars seperti Elon Musk di 2050.

Selama ini persoalan seks di luar angkasa tak pernah dibahas, sekalipun bagi peneliti NASA. Tapi, sekarang waktunya untuk membuka pikiran untuk mengetahui hal tersebut.

"Tidak ada penelitian yang mengeksplorasi hubungan intim di luar angkasa," kata Simon Dubé, seorang psikolog dari Concordia University seperti dilaporkan New York Post, Jumat (4/3/2022).

Seks di Luar Angkasa

Karena tidak adanya informasi menyoal seks di luar angkasa, NASA pun akhirnya mau membuka diri untuk mempelajari hal tersebut. Tapi, lembaga antariksa terbesar di dunia itu menekankan bahwa sampai saat ini tidak mau membuka kantor proyek khusus topik tersebut.

"Kami peduli akan kesejahteraan dan keselamatan anggota awak luar angkasa kami, karena itu kami akan mempertimbangkan untuk mempelajari hal tersebut," kata perwakilan NASA.

"Jika di masa depan kebutuhan akan informasi soal kesehatan reproduksi di luar angkasa meningkat, NASA akan mengambil langkah tepat," tambahnya.

BACA JUGA : 5 Fakta Unik Tentang Seks dan Percintaan di Korea Selatan, Nomor 3 Bikin Syok

BACA JUGA : Berhubungan Intim Usai Disuntik Vaksin Covid-19, Boleh atau Tidak?

Di sisi lain, peneliti meyakini bahwa sekarang sudah sepatutnya disiplin baru bernama 'seksologi luar angkasa' dihadirkan dan diperkenalkan, sekaligus dipelajari lebih jauh.

Sejatinya, peneliti sudah menerbitkan studi tahun lalu yang berisi pentingnya manusia belajar bagaimana seks dengan aman di luar angkasa demi membangun kehidupan di planet lain. Ini berkaitan dengan agar tidak ada pihak yang dirugikan setelah proses pembelajaran kehidupan luar angkasa sebatas menerbangkan manusia ke sana tanpa ada proses reproduksi.

"Cinta dan seks adalah pusat kehidupan manusia," tegas para peneliti.

(hel)