Share

Anak Obesitas Berisiko Kena Komplikasi Penyakit dari Ujung Kelapa hingga Kaki

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 03 Maret 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Anak obesitas berisiko alami komplikasi berbagai penyakit (Foto: Timesofindia)

SALAH satu masalah gizi pada anak adalah obesitas, termasuk bayi dan balita. Hal ini perlu diwaspadai, sebab obesitas pada anak dapat menimbulkan permasalahan-permasalahan baru dari segi kesehatan.

Oleh karena itu perlu untuk mencegah terjadinya obesitas pada anak sebelum terlambat. Karena, anak berisiko mengalami berbagai penyakit.

“Mungkin anaknya chubby, lucu, tapi ingat, komplikasi dari obesitas pada anak bisa bermacam-macam, mulai dari ujung kepala sampai kaki,” kata dokter spesialis anak dr Winra Pratita dalam paparan di acara virtual ‘Media Briefing: Hari Obesitas Sedunia 2022’ pada Rabu (2/3/2022).

Anak Obesitas

Dia menjelaskan, beberapa komplikasi yang dapat dimiliki anak obesitas, mulai dari kepala sampai kaki. “Dari kepala, anaknya bisa depresi, percaya dirinya rendah. Turun lagi ke paru, anaknya bisa asma atau sleep apnea pada saat tidur,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga menyebut bahwa obesitas pada anak bisa meningkatkan risiko penyakit komorbid yang berbahaya seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung.

“Selain itu, ada risiko perlemakan pada hati. Pada bagian perut, anak yang obesitas juga bisa mengalami GERD. Kemudian pada lutut bisa artritis atau radang sendi dan bisa juga kakinya bengkok akibat peningkatan berat badan yang sangat masif dalam waktu singkat,” terang dr Winra.

BACA JUGA : 3 Tanda Awal Obesitas Anak, Orangtua Wajib Tahu!

Kemudian jika obesitas pada anak berkembang hingga remaja juga dapat mempengaruhi kesehatan reproduksinya. “Kalau anak perempuan, biasanya bisa jadi menstruasinya tidak teratur atau mungkin lebih cepat dari kawan-kawannya,” kata dia.

BACA JUGA : Hari Obesitas Sedunia, Ini 6 Fakta Seputar Obesitas

Untuk mencegah itu terjadi, dr Winra membagikan tips bagi para orangtua. Dia mengimbau para orangtua untuk membiasakan gaya hidup sehat pada anak.

Mulai dari menghindari makanan manis dan siap saji, membatasi makanan berkalori tinggi, memperbanyak makanan berserat tinggi, hingga mendorong anak hidup aktif seperti bermain dan berolahraga.

(hel)