Share

Kemenkes Percepat Vaksinasi Booster: Beri Perlindungan hingga 91% dari Kematian

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 21:11 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi vaksinasi booster. (Foto: Dok Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan percepatan vaksinasi booster. Tujuannya menekan jumlah kasus meninggal akibat covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan analisis terhadap 17.871 pasien yang dirawat di rumah sakit pada periode 21 Januari hingga 22 Februari 2022, terdapat 2.489 pasien meninggal dunia. Sebagian besar pasien meninggal belum mendapat vaksinasi dosis lengkap.

Baca juga: Kemenkes Ungkap Komorbid Terbanyak yang Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal Dunia 

"Pasien yang meninggal ini terdiri dari berbagai kategori kelompok, baik itu kelompok pasien lansia dan non-lansia, kelompok pasien komorbid dan non-komorbid, serta kelompok pasien yang belum divaksinasi dan telah divaksinasi," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid dalam situs resmi Kemenkes, Sabtu (26/2/2022).

Lebih lanjut ia menyatakan risiko kematian bagi non-lansia tanpa komorbid yang telah mendapat booster adalah 0,49 persen. Sedangkan risiko kematian bagi lansia tanpa komorbid yang sudah mendapat booster yakni 7,5 persen.

Baca juga: Punya Kulit Sensitif, Ini Cara Rossa Pilih Produk Skincare Terbaik 

Sementara kematian non-lansia tanpa komorbid yang telah vaksinasi lengkap dua dosis adalah 2,9 persen. Sedangkan risiko kematian lansia tanpa komorbid yang telah mendapat vaksin lengkap dosis yakni 22,8 persen.

"Vaksinasi lengkap ditambah booster dapat memberikan perlindungan hingga 91 persen dari kematian, atau risiko terburuk lainnya akibat covid-19," jelasnya.

Perlu diketahui, jumlah pasien meninggal karena komorbid didominasi mereka yang mengidap obesitas melitus. Dengan ini dr Siti Nadia mengatakan agar semua orang selalu mematuhi protokol kesehatan selama pandemi covid-19, meski sudah mendapat vaksinasi lengkap dan booster.

"Komorbid terbanyak yang ditemukan di pasien meninggal adalah diabetes mellitus, dan bahkan 21 persen pasien memiliki komorbid lebih dari satu," tukasnya.

Baca juga: Pertama sejak Pandemi, Indonesia Catat Rekor Kesembuhan Tertinggi Pasien Covid-19 

Baca juga: Sudah Isoman 14 Hari Hasil PCR Positif, Masih Bisa Tularkan Covid-19? 

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

1
2