Share

Pertama sejak Pandemi, Indonesia Catat Rekor Kesembuhan Tertinggi Pasien Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 26 Februari 2022 07:36 WIB
$detail['images_title']
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Okezone)

ANGKA kesembuhan harian kasus covid-19 pada Jumat 25 Februari 2022 berhasil mencetak rekor tertinggi selama masa pandemi covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan kemarin Indonesia mencapai rekor angka kesembuhan harian tertinggi sejak awal pandemi dengan angka kesembuhan sebesar 61.361 orang.

Angka tersebut melewati rekor sebelumnya pada 6 Agustus 2021 yang sempat menyentuh angka 48.832 orang. "Hari ini kita mencatat sejumlah indikator penanganan pandemi menunjukkan angka positif, mulai dari angka kesembuhan, kasus harian, positivity rate, dan juga angka pasien covid-19 yang dirawat," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid, dikutip dari situs resmi Kemenkes, Jumat 25 Februari 2022.

Baca juga: Omicron Berbahaya bagi Bayi dan Anak, Bisa Picu Long Covid-19 yang Ancam Nyawa! 

Ia menyebutkan, tidak hanya angka kesembuhan, catatan data tersebut juga memperlihatkan penurunan angka kasus positif harian. Jumlah kasus harian hari ini turun menjadi 49.447 dari sebelumnya 57.426 kasus per Kamis 24 Februari 2022.

Tren pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit hingga kemarin diketahui juga ikut melandai di angka 37 persen dari total kapasitas nasional, menurun 1 persen dibandingkan Kamis 24 Februari yang ada di posisi 38 persen.

Baca juga: Mau Suntik Booster Vitamin C saat Isoman, Berbahayakah? 

Selain itu, tren melandai secara nasional ini diikuti pula dengan menurunnya positivity rate di beberapa daerah di Indonesia yakni DKI Jakarta, Banten, Bali, Kalimantan Selatan, NTB, Maluku, Papua, dan Papua Barat dalam kurun waktu tanggal 15 sampai 24 Februari 2022.

Menurut data positivity rate Kementerian Kesehatan, untuk DKI Jakarta menurun menjadi 16 persen, Banten 20,7 persen, Bali menjadi 10,4 persen, Kalimantan Selatan menjadi 13,8 persen, NTB di 9,4 persen, Maluku menjadi 4,1 persen, Papua menjadi 11,8 persen, dan terakhir Papua Barat turun menjadi 12,8 persen.

Dokter Siti Nadia menekankan salah satu upaya untuk terus menurunkan angka kasus dan memutus rantai persebaran yakni dengan peningkatan laju vaksinasi, baik untuk dosis primer maupun lanjutan (booster). Ia mengingatkan masyarakat untuk jangan memilih-memilih vaksin, karena yang utama saat ini adalah membentuk imunitas komunal.

"Membangun imunitas penduduk dengan vaksinasi dan protokol kesehatan. Khususnya bagi lansia ketika divaksinasi lengkap dan mampu mengontrol komorbid, maka risiko keparahan akibat covid-19 akan jauh lebih rendah. Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak usah memilih-milih vaksin, apa pun jenis vaksinnya selama telah memperoleh EUA dari BPOM dan rekomendasi ITAGI, aman untuk digunakan," tegasnya.

Baca juga: Kemenkes Sebut Vaksin Dosis Ke-4 Diberikan kepada Nakes Dulu 

Baca juga: Menkes Budi: Pandemi Bisa Jadi Endemi Asalkan... 

1
2