Share

Kaki Anak Dingin Tanda Punya Masalah Jantung, Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 21 Februari 2022 12:31 WIB
$detail['images_title']
Kaki dingin tak selalu pertanda ada masalah jantung (Foto: Timesofindia)

BANYAK pertanyaan seputar penyakit jantung, termasuk terkait anak-anak. Salah satunya kaki dingin yang dikaitkan dengan masalah jantung, tapi benarkah demikian?

Kaki dingin pada anak, dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah di Heartology Cardiovascular Center, dr Dicky Armein Hanafy, SpJP(K), sebetulnya hal yang normal.

Namun, orangtua kerap beranggapan itu menandakan adanya masalah serius di jantung si kecil. Padahal, kaki selalu dingin pada anak bukan selalu soal masalah kesehatan jantung.

Kaki Dingin

"Kaki dingin banyak dialami anak-anak, khususnya anak yang tubuhnya terlalu kurus, tidak banyak bergerak, malas berolahraga karena lebih senang main game," terang dr Dicky dalam paparan Webinar kesehatan, belum lama ini.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut perlu ditangani memang. Tapi, tidak kemudian merujuk pada masalah jantung.

"Periksakan ke dokter jika Anda sebagai orangtua merasa itu kelainan di tubuh si kecil. Tapi, tidak boleh overparno juga, ya, terlebih jika suhu tubuh si anak masih normal," sarannya.

BACA JUGA : Disebut Tinggi Kolesterol, Ternyata Gizi Ikan Patin Cegah Penyakit Jantung

Di sisi lain, dr Dicky tak menampik bahwa ada masalah jantung bawaan pada anak yang ditandai dengan kaki atau tangan dingin. Tapi, seperti penjelasan sebelumnya, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menegakkan diagnosis.

"Kalau ditanya apakah itu tanda adanya kelainan jantung, kemungkinannya sangat amat kecil. Memang ada beberapa kelainan jantung bawaan yang bisa bikin tangan atau kaki dingin. Tapi, ya, harus diperiksa," terangnya.

BACA JUGA : Kenali Tanda Gagal Jantung yang Jarang Disadari, Salah Satunya Pakai Banyak Bantal

Dokter Dicky menegaskan bahwa jika si kecil kakinya selalu dingin, itu tidak pasti dia mengalami masalah jantung. "Kebanyakan itu adalah hal yang normal saja. Jadi jangan terlalu khawatir," tambah dia.

"Pemeriksaan ke dokter anak adalah pilihan yang kami rekomendasikan. Nanti jika perlu akan dilakukan medical chekcup maupun penilaian tumbuh-kembang si kecil," saran dr Dicky.

(hel)