Share

Waspadai Kanker Mata Retinoblastoma yang Sering Menyerang Anak, Kenali Gejalanya!

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 19 Februari 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Deteksi dini kanker mata (Foto: Medicaldaily)

RETINOBLASTOMA atau kanker mata merupakan penyakit yang menyerang bola mata pada anak-anak. Apabila tidak diobati dengan cepat dan tepat, Retinoblastoma bisa sangat berbahaya.

Menurut Divisi Mata Anak (Pediatri Oftalmologi) Dept. Ilmu Kesehatan Mata FKUI-RSCM, dr. Julie Dewi Barliana SpM, SubsPOS, penyebab tumor ganas di dalam bola mata ini lebih banyak bukan karena penyakit yang diturunkan, dan menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun. 

"Terdapat pada anak-anak terutama di bawah usia 5 tahun. Retinoblostoma bisa diturunkan atau bisa juga tidak diturunkan. Sebanyak 40% kasus diturunkan, sementara 60% tidak," ujarnya dalam 'Workshop Bagi tenaga Promosi Kesehatan dalam Rangka Penanggulangan Kanker', Selasa (15/2/2022).

Deteksi Kanker Mata

Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mengetahui anak menderita Retinoblastoma sehingga cepat mendapatkan pengobatan. Karenanya, mengenali gejala Retinoblastoma pada anak menjadi sangat penting.

BACA JUGA : Waspada, Lihat Ini di Foto Anak Bisa Jadi Tanda Kanker!

BACA JUGA : Kenali Tanda-Tanda Kanker Mata yang Patut Diwaspadai

dr Julie mengatakan, gejala yang dialami anak-anak jika mengidap Retinoblastoma, antara lain mata juling, bola mata berwarna putih/manik mata putih dan mata kucing. Hal tersebut sering dijumpai oleh orangtua pasien.

Deteksi Kanker Mata

"Paling awal adalah berupa mata juling. Jadi, salah satu mata tampak terlihat fokus dan sebelahnya tidak. Bintik manik putih bisa terdapat pada satu atau kedua matanya. Kemudian yang paling sering ditemukan juga mata kucing, pada kondisi ruangan agak gelap orangtua bisa melihat mata anaknya itu seperti menyala atau bisa menembus ke dalam bola matanya," jelasnya.

Selain itu, umumnya mata merah pada anak juga dapat dikatakan sebagai gejala dari sakit Retinpblastoma, namun tidak semua orang memahaminya. dr Julie mengatakan, mata merah bukan hanya karena adanya infeksi tapi juga bisa tanda dari Retinoblastoma sedang berkembang.

Faktor penghambat pengobatan

Mendiagnosis Retinoblastoma bukanlah perkara mudah. dr Julie menegaskan, di sini bukan hanya karena orangtua terlambat berkonsultasi ke dokter, tetapi juga kesalahan diagnosis oleh tenaga kesehatan. 

"Retinablostoma seringkali didiagnosis terlambat karena bukan saja faktor dari orangtua pasien yang mungkin menunda-nunda konsultasi ke dokter mata, tapi sering kali juga seringkali terjadi salah diagnosis tenaga kesehatan saat melayani pasien ini sebelumnya," dr Julie.

Kemudian, rencana orangtua dalam melakukan terapi kanker untuk anak juga disebut dr Julie bisa menjadi salah satu faktor. Misalnya memilih pengobatan alternatif,  tidak hanya sama-sama mengeluarkan biaya besar, tetapi pada akhirnya anak berisiko sudah dalam kondisi stadium lanjut.

"Kemudian ada rencana terapi, tetapi keluarganya dan pasien berfikir untuk terapi alternatif, sehingga akan akan tetap memakan biaya banyak, namun tidak sembuh, Kembali lagi ke rumah sakit dalam kondisi yang lebih lanjut. Mungkin sudah terjadi penyebaran ke otak, sumsum tulang atau ke cairan otak yang tentunya akan memberi harapan atau angka kesembuhan yang rendah," jelasnya

1
2