Share

Singapura Hapus Aturan Prokes Menjaga Jarak Aman, Ini Alasannya

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 18 Februari 2022 14:38 WIB
$detail['images_title']
Singapura hapus aturan prokes jaga jarak (Foto: NDTV)

SINGAPURA telah mengumumkan pemberlakuan pelonggaran aturan terkait protokol kesehatan Covid-19.

Pada Rabu 16 Februari kemarin, Gugus Tugas Multi Kementerian Singapura mengumumkan akan menyederhanakan aturan terkait Covid-19 dan menghapus aturan menjaga jarak aman antar individu. Masyarakat diperbolehkan untuk berdekatan, dengan catatan harus mengenakan masker, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (18/2/2022).

 warga tetap wajib masker

Aturan protokol kesehatan Covid-19 ini berlaku mulai 25 Februari mendatan dan akan fokus pada lima aspek langkah pencegahan penting dan efektif. Size atau jumlah orang dalam grup, pemakaian masker, persyaratan tempat kerja, jarak aman dan batas kapasitas.

Gan Kim Yong selaku Co-Chair Gugus Tugas Multi Kementerian Singapura mengatakan, penyederhanaan aturan ini bertujuan agar masyarakat Singapura lebih paham dan lebih patuh terhadap aturan yang ada.

“Langkah-langkah manajemen yang aman sedang disederhanakan sehingga lebih mudah dipahami dan dipatuhi oleh bisnis dan orang-orang,” ujar Gan Kim Yong dalam konferensi pers.

Ia menambahkan, pelonggaran ini diharapkan bisa mendorong agar setiap warga Singapura punya rasa tanggung jawab yang lebih besar terhadap orang lain dan lingkungan sosial sekitar.

“Ini juga akan mendorong rasa tanggung jawab pribadi yang lebih besar, yang akan memainkan peran yang semakin penting dalam perjalanan kita menuju ketahanan Covid-19,” imbuhnya.

Saat ini, kasus baru Covid-19 di Singapura diprediksi berpeluang akan tetap di kisaran angka 15.000 dan 20.000 atau bahkan lebih tinggi per harinya. Tetapi angka kasus positif diperkirakan akan mencapai puncaknya dalam beberapa minggu ke depan. Kemudian saat jumlah kasus mulai turun, Gan Kim Yong mengatakan Singapura bisa lebih melonggarkan aturan terkait langkah-langkah manajemen Covid-19.

 BACA JUGA: Cara Mengelola Stres di Tengah Pandemi Covid-19

Sementara menunggu kasus positif melandai, dari keterangan Menteri Kesehatan Singapura sekaligus ketua Satuan Tugas, Ong Ye Kung. Singapura akan merampingkan dan merasionalisasi tindakan terkait border, protokol perawatan kesehatan, dan tindakan manajemen yang aman. Sebagai upaya untuk mempersiapkan pembukaan kembali Singapura pasca gelombang Omicron mereda.

(DRM)