Share

Lagi Program Kehamilan? Kenali Dulu Infertilitas

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 16 Februari 2022 11:30 WIB
$detail['images_title']
Program hamil inseminasi digemari pasangan muda. (Foto: Shutterstock)

PROGRAM kehamilan inseminasi masih diminati banyak pasangan muda yang sulit punya anak. Lalu apa yang harus dilakukan agar pasangan berhasil menjalani inseminasi?

Apa itu inseminasi? Inseminasi atau Intrauterine Insemination (IUI) merupakan program kehamilan dengan metode mendekatkan sperma (yang sudah melalui proses washing sperm) dengan sel telur secara natural di dalam rahim.

Inseminasi diklaim lebih cepat meningkatkan jumlah sperma yang berhasil sampai di tuba falopi. Metode ini juga mempermudah kesempatan sel telur untuk dibuahi sperma.

Fakta lain juga disebutkan Perwakilan Klinik Fertilitas Indonesia Winda bahwa ternyata banyak pasutri yang sedang mendambakan buah hati, tapi tidak tahu langkah apa yang harus ditempuh. Sebagian pasutri juga tidak tahu kapan harus melakukan pemeriksaan dan kemana harus melakukan pemeriksaan sehingga waktu mereka terbuang.

Hamil

“Bagi pejuang buah hati harus tahu tentang apa itu infertilitas, kapan harus mulai memeriksakan kesuburan, dan pilihan program hamil apa yang tepat sehingga bisa membantu para pejuang buah hati mendapatkan buah hati segera dan tidak membuang-buang waktu," ujarnya saat seminar bersama Klinik Fertilitas Indonesia RS Toeloengredjo Pare.

Karenanya, sebelum memulai program kehamilan, pasangan harus tahu apa yang dilakukan agar tak gagal menjalani program kehamilan. Misalnya saja sebelum pasangan melakukan inseminasi.

Anda perlu melakukan cek kondisi fisik dari mulai kesehatan umum hingga cek kesehatan reproduksi. Suami istri juga harus melakukan pemeriksaan yaitu berupa anamnesis, pemeriksaan fisik, tes laboratorium darah, hormonal, urine, tes sperma dan beberapa pemeriksaan khusus seperti USG Transvaginal, laparoscopy, histerescopy dan lain-lain.

“Untuk melakukan program kehamilan, jangan hanya istri yang datang ke dokter atau rumah sakit, tapi harus keduanya yaitu suami dan istri. Karena program kehamilan membutuhkan kerjasama antara suami dan istri," kata Spesialis Kandungan Dr. Hamidah Tri H, Sp.OG.

1
2