Share

Hari Kanker Anak Sedunia 2022: Sejarah dan Tema yang Diangkat Tahun Ini

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 15 Februari 2022 06:10 WIB
$detail['images_title']
Hari Kanker Anak Sedunia (Foto: Medicaldaily)

HARI Kanker Anak Sedunia 2022 yang jatuh setiap 15 Februari diperingati untuk menyoroti bahaya dan dampak penyakit mematikan pada anak-anak. Pasalnya, lebih dari 82.140 juta anak-anak dan remaja di bawah usia 20 tahun didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya.

Peluang kelangsungan hidup mereka mendekati 80 persen di beberapa negara berpenghasilan tinggi. Sementara di negara berpenghasilan rendah, tingkat kelangsungan hidup pasien-pasien tersebut serendah 20 persen.

Hari Kanker Anak Sedunia

Melansir news18, Selasa (14/2/2022), berdasarkan data studi 2017 Indian Journal of Medical and Pediatric Oncology, hampir 50.000 anak-anak di antara usia 0-19 tahun cenderung menyerah pada penyakit ini setiap tahun. Bahkan, kanker menjadi penyebab kematian paling umum ke-9 pada antara anak-anak di India.

Melihat kondisi itu, Childhood Cancer International (CCI) akhirnya memperingati Hari Kanker Anak Sedunia pada tahun 2002. Ini menjadi upaya untuk menyediakan perawatan medis dan psikologis terbaik untuk anak-anak penderita kanker, terlepas dari batasan lokasi, etnis, dan latar belakang sosial ekonomi mereka.

BACA JUGA : Cara Mengurangi Kecemasan Anak Penderita Kanker di Tengah Pandemi

BACA JUGA : 10 Penyakit Kanker Anak Terbanyak di Dunia, Leukemia Masih Teratas!

Diperingati pada 15 Februari setiap tahun, Hari Kanker Anak Sedunia ini ditandai sebagai hari untuk meningkatkan kesadaran tentang kanker di kalangan anak-anak, memberikan dukungan bagi remaja dan anak-anak yang menderita kanker atau telah selamat dari penyakit, serta keluarga penyintas kanker.

Adapun tema Hari Kanker Anak Sedunia 2022 ini adalah 'Kelangsungan Hidup yang Lebih Baik' dan bisa dicapai melalui #throughyourhands. Hal ini bertujuan demi menghargai upaya tim medis dan petugas kesehatan untuk membawa dampak positif bagi kehidupan anak-anak serta remaja penderita kanker, dan sebaliknya. Tema tersebut juga dipilih karena selaras dengan WHO Global Initiative for Childhood Cancer (GICC).

(hel)