Share

Benarkah Stres Akibat Covid-19 Sebabkan Asam Lambung Naik?

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 14 Februari 2022 12:00 WIB
$detail['images_title']
Stres akibat Covid-19 bisa picu asam lambung naik (Foto: NDTV)

BERITA terkait Covid-19 menimbulkan rasa cemas dan khawatir bagi masyarakat. Menurut ahli kesehatan,  stres yang timbul dapat memicu asam lambung naik.

"Masalah Covid yang tinggi, di tengah masyarakat menjadi cemas dan ketakutan. Jadi ketika ada permasalahan, otak memberikan pesan kepada lambung dan produksi asam lambung meningkat," ujar Dokter Spesialis Gastroenterologi, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, FINASIM dalam acara Virtual Media Breafing 'Apakah Benar GERD Tidak Mengancam Jiwa,' Kamis (10/2/2022)

GERD

Lebih lanjut, ia menerangkan bagaimana asam lambung meningkat saat pasien mengalami stres atau tekanan. Menurutnya banyak pasien Covid-19 yang mengeluh sakit kepala atau pusing, meminum obat yang berakibat dinding lambung menipis.

"Asam lambung meningkat, pasien stres, maka asam lambung ditingkatin lagi, kadang pusing atau sakit kepala akhirnya minum obat. Obat sakit kepala menyebabkan dinding lambung menjadi tipis," jelasnya.

BACA JUGA : Apakah Asam Lambung Naik GERD Bisa Ancam Nyawa? Begini Kata Dokter

BACA JUGA : Hindari 3 Minuman Ini saat Asam Lambung Naik, Jangan Anggap Remeh!

Bukan hanya itu, dia juga mengatakan bahwa sakit asam lambung termasuk maag dan GERD, membuat orang takut berolahraga. Bahkan dikala pandemi seperti ini, kegiatan dibatasi dengan pemberlakuan WFH dapat membuat obesitas.

"Ada studinya bahwa selama pandemi orang kurang bergerak karena mungkin takut olahraga, jarang gerak menyebabkan obesitas, obesitas itu salah satu faktor risiko (GERD)," katanya.

Namun, sakit GERD itu bisa sembuh tapi juga bisa kambuh kembali. Hal tersebut karena dipicu gejala yang dapat meningkatkan asam lambung, seperti kafein, alkohol,dll. "faktor risiko GERD itu obesitas, merokok, alkohol, kopi, stress dan tidur terlentang. Cegah gejalanya dengan rubah gaya hidup sehat," sambung dr Ari

Dia pun menegaskan bahwa bukan Covid-19 yang mempeparah kondisi GERD seseorang. Melainkan mereka yang kerap mengonsumsi obat secara berlebihan tidak sesuai anjuran dokter.

"Terus terang saja, sebagian pasien saya GERDnya kambuh karena mengonsumsi macam-macam obat. Anjurannya, orang sakit asam lambung vitamin C di bawah 500, tapi dia bisa mengonsumsi sampai 2.000 miligram," jelas dr Ari

1
2