Share

Pedangdut Jacky Hasan Meninggal, Apa Penyebab Tumor Otak?

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 06 Februari 2022 10:02 WIB
$detail['images_title']
Jacky Hasan meninggal karena sakit tumor otak (Foto: @jackyhasan72/Instagram)

KABAR duka datang dari dunia dangdut Tanah Air. Pedangdut Jacky Hasan meninggal dunia, Sabtu (6/2/2022).

Kabar duka tersebut disampaikan oleh pedangdut senior, Elvy Sukaesih lewat akun Instagram pribadinya. "Telah wafat pada hari ini, Sabtu 5 Februari 2022, jam 5 Subuh, penyanyi senior Jacky Hasan," ungkap Elvy Sukaesih.

Jacky Hasan Meninggal

Disebutkan oleh managernya, Jacky Hasan meninggal dunia karena sakit tumor otak. Lantas, apa sebenarnya penyebab penyakit tumor otak?

Hingga saat ini para ilmuwan belum bisa menentukan secara pasti apa penyebab tumor otak. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang siapapun tanpa memandang usia.

BACA JUGA : Innalillahi, Elvy Sukaesih Bawa Kabar Duka, Pedangdut Lawas Jacky Hasan Meninggal Dunia

Dr. Apoorva Kumar, ahli bedah saraf di pusat konsultasi online Practo, India berpendapat kondisi genetik langka tertentu seperti neurofibromatosis bisa menyebabkan tumor otak. Meskipun kasus tersebut terbilang langka.

BACA JUGA : Apa Faktor Risiko Tumor Otak?

Tapi, berdasarkan penelitian, anak-anak dan remaja yang menerima radiasi di sekitar kepala rentan mengalami tumor di otak begitu mereka dewasa.

"Usia juga merupakan faktor penting karena orang berusia di atas 65 tahun didiagnosis menderita tumor otak empat kali lipat lebih tinggi daripada anak-anak dan orang yang lebih muda," kata Dr Kumar dilansir Indian Express, Minggu (6/2/2022).

Tumor otak primer berasal dari otak, dan memungkinkan bersifat kanker namun ada juga yang tidak. Beberapa tumor bisa jinak, tidak menyebar di jaringan sekitarnya dan tidak terlalu berbahaya. Akan tetapi, bukan berarti bahwa mereka tidak akan menyebabkan kerusakan dari waktu ke waktu.

"Kadang tumor ini bisa parah dan mengancam nyawa penderitanya. National Cancer Institute melaporkan bahwa kira-kira ada 23.380 kasus tumor otak baru pada tahun 2014," ujar Dr Kumar.

(hel)