Share

WHO Peringatkan Omicron Subvarian BA.2 seperti Siluman, Sulit Dilacak!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Sabtu 05 Februari 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Omicron BA.2 sulit dideteksi alat tes Covid-19 (Foto: Medicaldaily)

SEORANG ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan kekhawatirannya terkait penyebaran sub-varian BA.2 dari Omicron atau ‘son of omicron’. Dia mengatakan, saat ini sub-varian tersebut telah ditemukan di lima negara di Afrika.

“BA.2 telah dilaporkan di lima negara, yaitu Botswana, Kenya, Malawi, Senegal, serta Afrika Selatan,” kata Dr Nicksy Gumede-Moeletsi, seperti dikutip dari Q107, Jumat (4/2/2022).

Melihat adanya penyebaran subvarian tersebut, dr Nicksy mengaku prihatin. Pasalnya, dia menyebut bahwa BA.2 telah terbukti sulit diidentifikasi. Hal ini karena itu tidak selalu diambil oleh kriteria S-Gene Target Failure, yang digunakan untuk membedakan varian Omicron dari varian lain.

Omicron

Dia menjelaskan, varian Omicron asli atau versi BA.1 cenderung lebih mudah dilacak daripada varian sebelumnya. Hal ini karena BA.1 kehilangan satu dari tiga gen target yang digunakan dalam tes PCR umum. Kasus yang menunjukkan pola seperti ini diasumsikan secara default disebabkan oleh BA.1.

Lebih lanjut, BA.2 atau ‘son of omicron’ ini kadang-kadang dikenal sebagai sub-varian ‘siluman’ karena tidak memiliki gen target yang hilang seperti varian Omicron asli.

BACA JUGA : Siti Badriah Positif Covid-19 Omicron, Apa Risikonya terhadap Kehamilan?

Namun, para ilmuwan memantaunya dengan cara yang sama seperti varian sebelumnya, termasuk Delta, dengan melacak jumlah genom virus yang dikirim ke database publik seperti GISAID.

BACA JUGA : Alami Batuk dan Pilek, Perlukah Langsung Swab Antigen?

Ternyata seperti varian lain, infeksi BA.2 dapat terdeteksi menggunakan alat tes Covid-19 biasa. Meski begitu, hasil tes tak bisa menentukan varian Covid-19, apakah itu Omicron, subvarian Omicron, atau yang lainnya.

Sementara itu, sebuah penelitian di Denmark menyebutkan bahwa subvarian BA.2 lebih menular daripada BA.1 yang lebih umum. “Kami menyimpulkan bahwa Omicron BA.2 secara inheren jauh lebih menular daripada BA.1,” ungkap peneliti dari studi tersebut.

Penelitian yang belum ditinjau ini dilakukan oleh para peneliti di Statens Serum Institut (SSI), Universitas Kopenhagen, Statistik Denmark dan Universitas Teknik Denmark.

“Jika Anda telah terpapar Omicron BA.2 di rumah Anda, Anda memiliki kemungkinan 39 persen terinfeksi dalam tujuh hari. Jika Anda malah terpapar BA.1, kemungkinannya adalah 29 persen,” kata penulis utama studi Frederik Plesner kepada Reuters.

Walau lebih menular, analisis awal penelitian ini menemukan bahwa tidak ada perbedaan risiko rawat inap untuk subvarian BA.2 dengan BA.1.

1
2