Share

Kasus Harian Covid-19 Tembus 12 Ribu, Kemenkes: Dampak Meningkatnya Testing dan Tracing

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 01 Februari 2022 15:01 WIB
$detail['images_title']
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi. (Foto: Okezone)

TERJADI peningkatan kasus harian covid-19 dalam satu pekan terakhir ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat per 30 Januari 2022, angka kasus harian mencapai 12.422.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan lonjakan kasus harian ini disebabkan meningkatnya angka testing dan tracing yang sedang digencarkan pemerintah sebagai bentuk usaha deteksi sedini mungkin.

Baca juga: Dokter Reisa Ungkap 2 Syarat Pasien Covid-19 Boleh Lakukan Isoman 

Info grafis covid-19 varian omicron. (Foto: Okezone)

"Positivity rate mingguan kita ada kenaikan sebesar 3,65 persen. Hal ini selain seiring dengan kenaikan kasus konfirmasi, tapi juga sejalan dengan ditingkatkannya angka testing dan tracing," ujar dr Siti Nadia, seperti dikutip dari siaran media resmi Kemenkes, Selasa (1/2/2022).

Meningkatnya positivity rate hingga mencapai 3,65 persen tersebut menjadi potret bagaimana kemampuan deteksi Indonesia dalam hal testing dan tracing dalam upaya penanganan pandemi covid-19.

Baca juga: Simak, 9 Aturan Prokes Perayaan Imlek di Tengah Pandemi Covid-19 

Tercatat pada Minggu 30 Januari 2022, jumlah orang yang dites adalah 5,75 per 1.000 penduduk per pekan. Angka 5,75 tersebut jauh di atas angka anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 1 per 1.000 penduduk per minggu.

Peningkatan kuota testing dan tracing itu, kata dr Siti Nadia, menjadi salah satu wujud upaya mencegah perluasan penularan. Makin cepat terdeteksi, makin cepat pula bisa ditangani dan dirawat. Sebab, makin lama kasus terdeteksi, maka bisa makin lambat penanganannya.

"Ini merupakan upaya deteksi dini dalam mencegah perluasan penularan. Serta mencegah munculnya klaster sebaran yang baru, juga usaha deteksi lebih awal gejala covid-19 yang diderita tiap orang," imbuhnya.

Baca juga: Ramai saat Imlek, Ini 5 Kuliner Paling Enak di Petak Enam Glodok 

Baca juga: Varian Omicron Bisa Lolos Antibodi, Moderna Uji Vaksin Booster Khusus B1.1.529 

Makin lama kasus positif bisa terdeteksi, maka bisa makin lambat penanganannya. Ditambah dengan kondisi saat ini penyebaran varian omicron yang begitu cepat dari satu orang ke orang lainnya.

"Hal ini penting untuk mencegah keterlambatan penanganan kasus mengingat varian omicron yang memiliki persebaran lebih cepat namun cenderung tidak bergejala," pungkas dr Siti Nadia Tarmizi.

1
2