Share

Nyeri Tulang Belakang Akibat Jatuh Terduduk, Alami Keluhan-Keluhan Ini Segera ke Dokter!

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 28 Januari 2022 12:33 WIB
$detail['images_title']
Nyeri tulang belakang akibat jatuh terduduk (Foto: Medicaldaily)

NYERI tulang belakang bisa dialami oleh siapa saja, bahkan faktanya kurang lebih 80 persen penduduk dunia setidaknya pernah merasakan gangguan pada tulang belakang yang mengakibatkan rasa nyeri.

Saat mengalami gangguan tulang belakang, ada tiga kekhasan yang biasanya dirasakan. Pertama seperti disebutkan Dr. Ibnu Benhadi, Sp.BS (K) , adanya rasanya nyeri pada punggung dan rasa sakit yang menjalar.

Nyeri Tulang Belakang

“Khasnya itu rasa sakit tidak berlokasi di satu titik lokasi saja, tapi menjalar rasa nyerinya,” ujar dr. Ibnu dalam gelaran webinar ‘Metode Dekomperasi Saraf Terjepit Tulang Belakang Generasi Terkini’, Kamis (27/1/2022).

Pemicu timbulnya gangguan tulang belakang bisa bermacam-macam, salah satunya karena trauma tulang belakang. Trauma tulang belakang yang timbul contohnya karena mengalami jatuh, jatuh dalam posisi terduduk contohnya.

BACA JUGAMengenal Metode BESS untuk Pengobatan Nyeri Tulang Belakang, Minim Rasa Sakit!

BACA JUGABisakah Nyeri Tulang Belakang Diobati? Begini Kata Dokter Bedah Saraf

Rasa sakit setelah jatuh dalam posisi duduk, bisa dirasakan langsung atau timbul hilang pada sebagian orang. Jika mengalami jatuh terduduk ini, apakah harus menunggu nyeri berkelanjutan ataukah ternyata harus langsung diperiksa ke dokter?

Dokter Ibnu menerangkan, dilihat dulu keluhan yang dialami seperti apa sifatnya. Jika permanen, kemungkinan besar sudah menyangkut pada saraf.

“Banyak faktor, lihat dulu orangnya besar apa enggak, tinggi tubuhnya, keluhannya apa dulu. Intinya kalau terjadi keluhan permanen, nyeri, kebas, sampai kesemutan itu sudah terkait dengan saraf. Lebih baik segera dokter,” sarannya.

Follow Berita Okezone di Google News

Memeriksakan diri ke dokter ahli, hingga melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan rontgen atau pun MRI. Ditujukan bukan langsung operasi, melainkan melihat tingkat keparahan kelainan yang dialami pasien.

“Segera ke dokter itu bukan langsung operasi, tapi dideteksi dulu kelainannya berapa parah,” lanjut dr. Ibnu

Jika memang pasien sampai mengalami patah tulang, salah satu metode pengobatan, disebutkan Dr. dr. Wawan Mulyawan, Sp. BS, Sp. KP, bisa dengan operasi bedah BESS (Biportal endoscopic spinal surgery) dengan teknologi briportal yakni pembedahan yang minimal invasif, sehingga kerusakan struktur anatomi bisa seminimal mungkin.

“Kalau patah tulang hanya memerlukan BESS atau ditambah pemasangan implant atau pen untuk memperkuat tulang,” pungkas Dr. dr. Wawan.

1
2